Kompas.com - 16/03/2018, 20:33 WIB
Ilustrasi asteroid puchanIlustrasi asteroid

KOMPAS.com - Para ilmuwan dunia, hingga hari ini terus mengembangkan berbagai prediksi dan skenario tentang datangnya hari kiamat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah serangan asteroid yang nantinya akan menabrak dan menghancurkan bumi.

Berbagai perhitungan tentang asteroid ini pun terus dikembangkan. Bahkan, baru-baru ini badan antariksa milik Amerika Serikat, NASA, tengah berencana membuat pesawat nuklir besar untuk meledakkan asteroid yang berada di orbit bumi.

Sekilas rencana NASA tersebut mirip dengan film "Armageddon" yang dirils tahun 1998 lalu.

NASA mengumumkan rencana misi mitigasi asteroid tersebut degan nama Hammer (Hypervelocity Asteroid Mitigation Mission for Emergency Response). Rencananya, badan antariksa AS itu membuat 8 pesawat ruang angkasa yang bisa menangkis batuan antariksa.

Baca juga: Mungkinkah Asteroid Berperan dalam Pembentukan Kehidupan Bumi?

Sebelumnya, NASA sempat menyebut bahwa sebenarnya telah terlambat untuk "menyerang" asteroid yang masuk ke dekat orbit bumi. Tarutama untuk membuat program besar di seluruh dunia terkait hal ini.

Tahun lalu, sebuah asteroid berukuran 30 meter bernama 2012TC4 berada dalam jarak 43.780 kilometer dari Anartika. Jarak tersebut disebut para astronom dengan "nyaris dekat".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai perbandingan, jarak bumi dan bulan sekitar 384.400 kilometer. Dengan kata lain, asteroid yang mendekat ke bumi tahun lalu sudah masuk ke kategori "berbahaya".

Dalam Rencana yang diterbitkan di jurnal Acta Astronoutica tersebut, NASA bersama National Nuclear Security Administration telah menghitung waktu dan muatan yang diperlukan untuk menghancurkan asteorid Bennu yang memiliki luas sekitar 487 meter.

NASA sendiri sebenarnya telah memiliki sebuah pesawat tempur luar angkasa pada rute asteroid tersebut. Pesawat tersebut juga telah mengambil sampel dan memantau asteroid itu sejak ditemukan pada 1999.

Asteroid Bennu merupakan salah satu benda angkasa yang masuk kategori Near Earth Object (NEO). Asteroid ini juga punya potensi risiko menabrak bumi.

Halaman:


Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X