Asteroid Alien Oumuamua Ternyata Lebih Unik dari Perkiraan Sebelumnya - Kompas.com

Asteroid Alien Oumuamua Ternyata Lebih Unik dari Perkiraan Sebelumnya

Kompas.com - 21/11/2017, 17:05 WIB
Oumuamua adalah asteroid antarbintang pertama yang mengunjungi Tata Surya. Benda unik ini ditemukan pada 18 Oktober 2017 oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawai. Observasi selanjutnya dari Teleskop Very Large ESO di Cile dan observatorium lainnya di seluruh dunia menunjukkan bahwa dia melakukan perjalanan melalui ruang angkasa selama jutaan tahun sebelum bertemu dengan Tata Suya kita. Oumuamua merupakan benda metalik atau berbatu merah tua yang panjangnya mencapai 400 meter, dan tidak seperti apa yang biasanya ditemukan di Tata Surya. Oumuamua adalah asteroid antarbintang pertama yang mengunjungi Tata Surya. Benda unik ini ditemukan pada 18 Oktober 2017 oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawai. Observasi selanjutnya dari Teleskop Very Large ESO di Cile dan observatorium lainnya di seluruh dunia menunjukkan bahwa dia melakukan perjalanan melalui ruang angkasa selama jutaan tahun sebelum bertemu dengan Tata Suya kita. Oumuamua merupakan benda metalik atau berbatu merah tua yang panjangnya mencapai 400 meter, dan tidak seperti apa yang biasanya ditemukan di Tata Surya.

KOMPAS.com - Masih ingat dengan Oumuamua? Ia adalah asteroid alien pertama yang mengunjungi tata surya kita pada 18 Oktober 2017.

Asteroid yang berkunjung pada pertengahan bulan lalu itu ditemukan oleh astronom dari University of Hawaii Institute for Astronomy, Rob Weryk dan Marco Micheli, menggunakan teleskop Pan-Starss di Maui, Hawaii.

Untuk lebih mengenal objek asing ini, para astronom terus melakukan pengamatan, seperti yang dilakukan oleh Very Large Telescope ESO di Cile dan observatorium lainnya dari seluruh dunia.

Mereka menemukan bahwa Oumuamua melintasi ruang angkasa selama jutaan tahun sebelum bertemu dengan sistem bintang kita.

Selain itu, mereka juga mengamati bentuk, warna, dan muatan dalam asteroid alien itu.Objek luar angkasa itu disebut menyerupai objek berbatu yang gelap, kemerahan, dan memiliki kandungan tinggi logam.

BACA: Aloha, Asteroid Alien yang Kunjungi Tata Surya Kita Punya Nama Baru

Hasil ini sudah diterbitkan di jurnal Nature, Senin (20/11/2017).

Saat pertama kali objek ini ditangkap pertengahan bulan lalu, Omuamua seperti asteroid kecil yang memiliki laju pergerakan sangat cepat.

Setelah dilakukan pengamatan mendalam selama beberapa hari, akhirnya para astronom memiliki perhitungan orbit yang cukup akurat. Perhitungan orbit memastikan bahwa objek ini tidak berasal dari dalam tata surya, tetapi berasal dari ruang antarbintang.

Meski awalnya diklasifikasikan sebagai komet, tetapi pengamatan ESO dan observatorium lain menemukan bahwa Omuamua tidak menunjukkan tanda-tanda selayaknya komet saat mendekati matahari pada September 2017.

Benda ini kemudian diklasifikasi ulang sebagai asteroid antarbintang.

"Kami harus bertindak cepat, Oumuamua sudah melewati titik terdekat dengan matahari dan akan kembali ke ruang antarbintang," ujar anggota tim Olivier Hainaut dari ESO di Garching, Jerman, dikutip dari The Space Academy, Senin (20/11/2017).

BACA: Pertama Kali dalam Sejarah, Asteroid Alien Datangi Tata Surya Manusia

Untuk mengukur orbit, kecerahan, dan warna Omuamua; para astronom menggunakan teleskop raksasa yang dimiliki ESO karena lebih akurat dari pada teleskop dengan ukuran yang lebih kecil.

Pengukuran kecepatan juga sangat penting. Sebab, bentuk Oumuamua cepat memudar setelah dia menjauhi matahari dan melewati orbit bumi dalam perjalanan meninggalkan dari tata surya.

Para astronom pun menggabungkan gambar dari instrumen FORS pada VLT dan menggunakan empat filter berbeda dari teleskop besar lainnya.

Pengamatan yang dipimpin oleh Karen Meech (Institut Astronomi, Hawaii, AS) menemukan bahwa Oumuamua memiliki variasi yang sangat dramatis dalam hal kecerahan oleh faktor sepuluh (factor of ten) karena berputar pada porosnya setiap 7,3 jam.

"Variasi kecerahan yang luar biasa menandakan obyek ini sangat panjang. Sekitar sepuluh kali lebih panjang dengan bentuk yang kompleks dan berbelit. Kami juga menemukan warna benda ini adalah merah tua, serupa dengan benda-benda di luar tata surya. Hal lain yang ditemukan adalah tidak ada sedikit pun debu di sekitarnya," jelas Meech.

Dengan penjelasan itu, berarti Oumuamua adalah objek padat yang mungkin berbatu atau memiliki kandungan logam yang tinggi. Benda ini kekurangan air atau es dalam jumlah besar. Permukaan yang gelap kemerahan adalah efek iradiasi dari sinar kosmik selama jutaan tahun.

Mereka memperkirakan panjangnya bisa mencapai 400 meter.

Perhitungan orbit awal menunjukkan Oumuamua berasal dari arah bintang Vega, di rasi bintang utara Lyra. Namun, kalaupun jarak tersebut ditempug dengan kecepatan 95.000 kilometer per jam, butuh waktu yang sangat lama bagi Oumuamua untuk mampir ke tata surya kita.

BACA: Asteroid Alien Mendekati Kita dan Ini yang Terjadi jika Hantam Jakarta

Oleh karena itu, Oumuamua mungkin telah mengembara melalui bima sakti, tidak terikat pada sistem bintang mana pun selama ratusan juta tahun sebelum bertemu dengan tata surya.

Para astronom memperkirakan bahwa ada satu asteroid antarbintang yang mirip dengan Oumuamua melewati tata surya setiap tahunnya. Akan tetapi, mereka redup dan sulit ditemukan. Baru kali ini teleskop survei seperti Pan-STARRS berkesempatan menemukannya.

"Kami terus mengamati objek unik ini dan kami berharap bisa menemukan hasil akurat terkait asal dan ke arah mana perjalanan galaksi berikutnya," ujar Olivier Hainaut.

Setelah ada satu asteroid antarbintang yang menghampiri tata surya kita, mungkin kita perlu bersiap untuk tamu selanjutnya yang akan datang.


EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar
Close Ads X