Kompas.com - 13/02/2018, 19:35 WIB

KOMPAS.com -- Ketika para astronom di Hawaii menemukan Oumuamua, mereka langsung tahu bahwa asteroid tersebut tidak biasa.

Asteroid alien pertama yang diketahui mengunjungi tata surya kita pada 18 Oktober 2017 tersebut memiliki laju pergerakan yang luar biasa. Selain itu, Oumuamua juga memiliki bentuk memanjang atau tidak bulat seperti asteroid lainnya.

Penampakan dan gerakannya yang aneh tersebut sempat membuat para ilmuwan bertanya-tanya bila Oumuamua sebetulnya adalah kapal alien. Walaupun pengamatan lebih lanjut tidak menunjukkan hasil apa-apa.

Kini, sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy mencoba untuk menguak identitas Oumuamua dan mengungkap masa lalunya yang liar.

Baca juga : Asteroid Alien Oumuamua Ternyata Lebih Unik dari Perkiraan Sebelumnya

“Kita tahu bahwa di luar bentuknya yang memanjang dan tidak umum, timun antariksa ini memiliki asal-usul di sekitar bintang lainnya, memiliki masa lalu yang liar, dan berputar-putar dengan semrawut karenanya,” kata Dr Wesley Fraser dari Queen’s University Belfast kepada Independent, Senin (12/2/2018).

Dia melanjutkan, hasil yang kami temukan membantu menggambarkan identitas pengunjung antarbintang yang aneh ini, dan rupanya ia cukup tidak biasa bila dibandingkan dengan asteroid dan komet yang kita lihat di tata surya.

Bersama timnya, Dr Fraser menganalisa ukuran keterangan dari Oumuamua dan menemukan bahwa asteroid tersebut tidak berputar secara teratur seperti kebanyakan obyek antariksa. Oumuamua justru berputar-putar secara tidak beraturan.

Para peneliti juga menduga bahwa Oumuamua telah melakukan hal ini selama miliaran tahun dan kemungkinan akan terus melakukannya.

Baca juga : Batu atau Kapal Alien? Para Astronom Selidiki Asteroid Oumuamua

Dr Fraser mengatakan, model kami menunjukkan bahwa perputaran ini akan berlanjut hingga miliar atau bahkan ratusan miliar tahun sebelah tekanan internal membuat (Oumuamua) berotasi secara normal kembali.

Menurut dugaan para peneliti, gerakan aneh Oumuamua ini kemungkinan besar disebabkan oleh tumbukan dengan planetisimal lain dalam tata suryanya. Hal ini terjadi sebelum ia terlempar hingga melewati ruang antarbintang.

Fakta lain yang ditemukan oleh tim Dr Fraser adalah warnanya yang tidak merata. Hasil analisis menunjukkan bahwa Oumuamua berwarna merah gelap hanya pada kepalanya, sementara sisa tubuhnya berwarna netral seperti salju kotor.

Terakhir, hasil penelitian Dr Fraser memastikan bahwa Oumuamua adalah asteroid dan bukan kapal alien, meskipun mereka juga berkata bahwa hal yang sama tidak bisa dikatakan tentang pengunjung antarbintang lainnya.

Sebagai informasi, perhitungan para peneliti mengungkap bahwa setiap tahunnya ada lebih dari 46 juta obyek antarbintang yang melewati tata surya kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Kita
Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Fenomena
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Kita
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.