Kompas.com - 21/12/2017, 17:31 WIB
|
EditorGloria Setyvani Putri

Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Tsunami BMKG, Weniza mengatakan, buoy merupakan salah satu perangkat dari InaTEWS. Sejak tahun 2012, BMKG tak lagi menerima data buoy yang berada di bawah kewenangan BNPB.

“Fungsi buoy adalah sebagai konfirmasi benar bahwa terjadi tsunami atau tidak ada catatan tsunami,” kata Weniza di komplek BMKG, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Meski tak memiliki buoy, informasi gempa bumi dan peringat dini tsunami masih bisa dilakukan berdasarkan modeling. Salah satunya menggunakan tide gauge yang berperan dalam mengkonfirmasi ada atau tidaknya tsunami.

Saat terjadi gempa, BMKG akan menerima empat jenis data secara langsung dari seismometer, yakni waktu kejadian gempa, lokasi gempa, kekuatan gempa, dan kedalaman gempa. Seismometer merupakan sensor getaran yang digunakan untuk mendeteksi gempa atau getaran pada permukaan tanah.

Ambil contoh pada gempa Tasikmalaya sebelumnya, gempa terjadi di 42 Km barat daya Kawalu, 7,75 lintang selatan dan 108,11 bujur timur, dengan kekuatan 6,9 magitudo, dan kedalaman gempa sebesar 107 Km.

Data tersebut akan masuk ke dalam Decision Support Syatem (DDS) dan diolah. DSS terdiri dari berbagai informasi dari hasil monitoring gempa, simulasi tsunami, monitoring tsunami dan deformasi kerak bumi setelah gempa terjadi.

Hasil pengolahan data di DSS dapat diketahui ada tidaknya potensi tsunami.

Baca juga : BMKG dan UNESCO Buat Pelatihan Tanggap Tsunami untuk 6 Negara

“Keputusannya di DSS. DSS akan mengeluarkan proposal atau rekomendasi bagi BMKG, apakah gempa tersebut berpotensi tsunami atau tidak. Dalam waktu 5 menit setelah gempa, kami kirimkan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami jika gempa itu berpotensi tsunami,” ucap Weniza.

Pada tahap ini, BMKG telah memiliki data spasial perkiraan tsunami, yakni berupa letak potensi tsunami dan ketinggian gelombang.

Analisis terus berlanjut. Pembaruan data dari seismometer dianalisis dan menghasilkan validitas informasi yang lebih baik dibanding 5 menit pertama. Pada 10 menit pasca gempa, BMKG menyebutnya Peringatan Dini Tsunami II.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.