Kompas.com - 04/03/2020, 08:07 WIB

"Tinggi asap atau abu vulkanik 6.000 meter dan jarak luncur awan panas guguran 2 km kearah Kali Gendol itu sudah sesuatu yang besar untuk ukuran bangunan energi Merapi saat ini yang belum memungkinkan membangun energi besar untuk letusan besar," imbuhnya.

Tidak tiba-tiba meletus

Surono mengatakan, Merapi tidak tiba-tiba meletus kemarin pagi.

Ada aktivitas Merapi sebelum erupsi berupa gempa berfrekuensi rendah dan gempa multi fasa yang merupakan aktivitas dangkal.

Gempa itu berpusat pada jarak sekitar satu sampai dua kilometer dari puncak gunung Merapi. Inilah yang menyebabkan energinya tidak besar dan tidak dirasakan kebanyakan orang.

"Beda bila (erupsi) dibangun dari gempa vulkanik dalam dan dangkal, disusul rentetan tremor vulkanik (masa lalu Merapi) yang mempunyai jumlah dan energi besar seperti letusan-letusan sebelum 2010," ungkapnya.

Baca juga: Fenomena Langka, Gunung Berapi Es di Tepi Danau Michigan Erupsi

Tidak akan ada erupsi susulan

Karena erupsi saat ini tidak mampu membangun energi yang cukup, Surono yakin tidak akan ada letusan susulan dalam waktu dekat.

Merapi akan berhenti beraktivitas dalam beberapa minggu hingga bulan untuk mengumpulkan energi guna meletus kembali.

"Merapi akan berhenti meletus sementara waktu, setelah itu bangun untuk mengumpulkan energi guna bisa meletus lagi dengan intensitas seperti itu (erupsi kemarin) juga," papar Mbah Rono.

Mbah Rono mengatakan, erupsi merupakan sesuatu yang wajar dilakukan oleh gunung api dan itu adalah haknya.

"Semoga ritme seperti ini terus dijaga oleh Merapi, sehingga Merapi tetap memiliki hak alami untuk ekspresi dirinya berupa letusan. Dan masyarakat sekitar Merapi tetap berhak meraih kesejahteraan lahir batin dengan tetap menjalin tali persahabatan serta membangun harmoni dengan Merapi," tutup Mbah Rono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.