Anjing di Hong Kong Terinfeksi Virus Corona Lemah, Begini Analisisnya

Kompas.com - 03/03/2020, 19:32 WIB
Ilustrasi anjing pakai masker. SHUTTERSTOCK/AkespykerIlustrasi anjing pakai masker.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, hingga saat ini tak ada bukti yang menyatakan bahwa hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing dapat terinfeksi virus corona, apalagi menyebarkannya ke manusia.

Namun, belum lama ini seekor anjing di Hong Kong dikonfirmasi terinfeksi virus corona.

Pejabat pemerintah setempat mengingatkan, hingga saat ini tak ada bukti bahwa hewan peliharaan dapat tertular virus dari manusia atau menularkannya ke manusia.

Dilansir IFL Science, Senin (2/3/2020), juru bicara dari Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Hong Kong (AFCD) mengatakan bahwa anjing yang positif terinfeksi Covid-19 (meski lemah) saat ini diisolasi setelah hasil sampel dari mulut, hidung, dan dubur menunjukkan sedikit positif corona.

Baca juga: Update Virus Corona 3 Maret: 3.117 Meninggal dan 48.212 Sembuh

Anjing tersebut tidak menunjukkan gejala apapun. Selain itu, tidak jelas apakah anjing itu benar-benar terinfeksi atau hanya terkena virus dibagian permukaan yang terkontaminasi.

"Saat ini, AFCD tidak memiliki bukti bahwa hewan peliharaan dapat terinfeksi virus Covid-19 atau dapat menjadi sumber infeksi bagi manusia,” bunyi pernyataan itu.

"Departemen akan melakukan pemantauan ketat terhadap anjing tersebut dan mengumpulkan sampel untuk pengujian lebih lanjut agar dapat memastikan apakah anjing tersebut benar-benar terinfeksi virus atau ini adalah akibat dari kontaminasi lingkungan," imbuhnya.

Sebagai tindakan pencegahan, AFCD akan mengkarantina anjing tersebut di bawah pengawasan dokter hewan sampai ada informasi lebih lanjut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkonfirmasi kasus tersebut pada hari Jumat selama konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa.

"Kami bekerja dengan mereka untuk memahami hasilnya, untuk memahami apa pengujian lebih lanjut yang mereka lakukan dan untuk memahami bagaimana mereka akan merawat hewan-hewan ini," Dr. Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis program darurat WHO dalam jumpa pers.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X