Kompas.com - 03/03/2020, 17:29 WIB

KOMPAS.com – World Health Organization (WHO) mendesak negara-negara yang terdeteksi Covid-19 untuk melakukan pengendalian virus agar tidak cepat menyebar.

Meski mayoritas dari total 89.000 kasus Covid-19 ditemukan di China, WHO menyebutkan bahwa per Senin (2/3/2020) jumlah kasus Covid-19 di Negeri Tirai Bambu tersebut menurun.

Meski, jumlah kasus Covid-19 di beberapa negara lain meningkat.

Baca juga: Sejauh Mana Perkembangan Obat dan Vaksin Covid-19? Ini Detailnya

Di luar China, Korea Selatan adalah salah satu negara yang paling terdampak infeksi. WHO melaporkan setengah dari total 8.700 kasus yang ditemukan di luar China berasal dari Korea Selatan.

WHO juga menetapkan Italia, Iran, dan Jepang sebagai negara-negara yang berpotensi terdampak Covid-19 secara masif.

Virus yang unik

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan bahwa SARS-CoV-2 adalah virus dengan karakteristik yang unik. Ia mengatakan bahwa virus ini bukanlah influenza, karena merupakan patogen pernapasan yang ditransmisikan antarmanusia.

Pada waktu yang bersamaan, ia mengatakan virus SARS-CoV-2 bisa ditahan dengan pengukuran yang tepat.

Baca juga: Kasus Covid-19 di China Menurun, Ini Pelajaran bagi Indonesia dan Dunia

“Jika ini merupakan epidemi influenza, mungkin kita akan melihat transmisi antarmanusia yang sangat luas dan mendunia saat ini. Dan kita tidak punya kemampuan untuk mengendalikan (penyebaran virus) tersebut. Tapi pengendalian Covid-19 bisa terlihat, dan ini menjadi prioritas utama untuk semua negara,” paparnya seperti dikutip dari VOA, Selasa (3/3/2020).

Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan tes tekanan darah saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.AFP/STR/CHINA OUT Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan tes tekanan darah saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.

Pengendalian adalah kunci

Direktur Eksekutif WHO Health Emergency Program, Michael Ryan, mengatakan pengendalian virus tidak akan menghilangkan virus tersebut.

Namun, pengendalian akan berguna untuk pemerintah mempersiapkan strategi di wilayah-wilayah perbatasan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.