Kompas.com - 26/02/2020, 21:01 WIB
Ilustrasi gempa bumi ShutterstockIlustrasi gempa bumi

Sementara itu, warga Tual dan Kaimana merasakan gempa dalam skala intesitas II MMI. Dalam kondisi ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," ujar Rahmat Triyono.

Gempa yang menarik

Ditambahkan oleh Kepala Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, gempa ini sangat menarik untuk dicermati karena pusat gempa berada di daratan Pulau Yamdena di Kepulauan Tanimbar.

Dalam peta tektonik yang disusun oleh Barber dan kawan-kawan tahun 2013, tampak ada struktur sesar yang berarah timur laut-barat daya yang “membelah” Pulau Yamdena.

Jika struktur sesar mendatar ini dikaitkan dengan hasil analisis mekanisme sumber gempa yang dipublikasikan oleh BMKG maka tampak sangat sesuai.

"Sehingga dugaan kuat gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar mendatar dengan arah pergerakan mengiri," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peristiwa gempa ini juga sangat menarik dikaitkan dengan catatan gempa yang pernah terjadi selama ini.

Dikatakan Daryono, dalam catatan sejarah sangat jarang gempa kuat berpusat di daratan Pulau Yamdena.

Selama ini, gempa kuat di wilayah ini lebih banyak dipicu oleh gempa-gempa yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi Banda dan berpusat di laut, seperti halnya gempa dahsyat yang pernah terjadi pada tahun 1918 (M 8,1) dan tahun 1950 (M 8,1).

"Dengan adanya peristiwa gempa siang tadi maka semakin mengokohkan pendapat bahwa wilayah Kepulauan Tanimbar memang kawasan rawan gempa, dan khusus Pulau Yamdena terdapat sumber gempa sesar darat yang aktif," kata Daryono.

Baca juga: Gempa Sintang Sabtu Malam, Bukti Kalimantan Tak Sepenuhnya Aman Lindu

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Upayakan untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.