Kompas.com - 26/02/2020, 17:05 WIB
Ilustrasi pengobatan herbal ShutterstockIlustrasi pengobatan herbal

KOMPAS.com – Soal obat-obatan, sampai saat ini Indonesia masih bergantung pada produsen luar sebagai pemasok bahan baku utama.

Hal itu diungkapkan oleh Dra Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc., selaku Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM.

“Obat-obatan kimia, meski murah, masih bergantung dari produsen luar terutama China. Sebanyak 80 persen bahan baku (obat) impor dari China,” tuturnya dalam acara “Bursa Hilirisasi Inovasi Herbal Indonesia 2020” di Balai Kartini (19/2/2020).

Baca juga: Obat Herbal, Bisakah Jadi Solusi Pengobatan Kanker?

Oleh karena itu, menurutnya, sudah waktunya Indonesia menggunakan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada yaitu aneka macam herbal.

“Sebanyak 50 persen dari komponen obat bisa digantikan dengan herbal. Apalagi pada 2022, obat-obatan herbal diprediksikan akan trending di dunia. Konsepnya back to nature,” paparnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fitofarmaka sebagai Obat yang Teruji Klinis

Kepala Badan POM, Dr Ir Penny Lukito, MCP., mengatakan bahwa percepatan dan hilirisasi pengembangan obat-obatan herbal tengah dilakukan.

“Percepatan obat-obatan herbal merupakan satuan tugas antar kementerian dan lembaga yang dikoordinasikan oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Sudah berjalan dua tahun, dari 2018,” tutur Penny dalam kesempatan yang sama.

Badan POM ikut andil dalam percepatan ini dengan cara mendampingi riset, uji praklinik, sampai komersialisasi sebagai fitofarmaka.

Baca juga: Penemuan Obat Baru Terganjal Bahan Baku, Tanaman Herbal Jadi Solusi

Fitofarmaka adalah obat dari bahan alam yang telah terbukti keamanan dan khasiatnya secara ilmiah, melalui uji praklinik dan uji klinik.

“Tugas dari Badan POM adalah mendampingi riset dan hilirisasi pengembangan obat herbal. Setelah risetnya siap, mendampingi uji praklinik dan uji klinik sehingga siap dikomersilkan sebagai fitofarmaka,” ujar Penny.

Baca juga: Kenalkan, 7 Herbal Berkhasiat untuk Stamina Pria

Fitofarmaka ini, menurut Penny, setara dengan obat kimia karena berbasis evidence-based sehingga menjadi subtitusi dari obat kimia.

“Mulai dari obat hipertensi, obat diabetes, dan lain-lain,” tambahnya.

Saat ini, baru ada 24 fitofarmaka yang terdaftar di Badan POM. Jumlah inilah yang menurutnya harus terus didorong.

“Diharapkan dengan adanya fitofarmaka, kita menjadi mandiri dan bisa menambah jumlah obat non chemical. Obat herbal kan potensinya besar,” tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Oh Begitu
Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.