Ahli China: Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh Bisa Terinfeksi Lagi

Kompas.com - 26/02/2020, 10:04 WIB
Pekerja menyemprotkan disinfektan di Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, 24 Februari 2020, setelah diketahui bahwa seseorang yang mengambil bagian dalam sesi diskusi pada 19 Februari di Majelis telah terbukti positif terkena virus coronavirus. Parlemen mengatakan bahwa desinfeksi akan dilakukan secara bertahap hingga 26 Februari. EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT YONHAPPekerja menyemprotkan disinfektan di Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, 24 Februari 2020, setelah diketahui bahwa seseorang yang mengambil bagian dalam sesi diskusi pada 19 Februari di Majelis telah terbukti positif terkena virus coronavirus. Parlemen mengatakan bahwa desinfeksi akan dilakukan secara bertahap hingga 26 Februari. EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT

KOMPAS.com - Seorang ahli pernapasan China memperingatkan, pasien yang sudah pulih masih mempunyai kemungkinan menularkan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Zhao Jianping, kepala tim yang bekerja untuk mengatasi wabah Covid-19 di Hubei, China, mengatakan bahwa ada beberapa kasus di mana hasil tes pasien masih positif meski sudah dinyatakan sembuh.

"Ini berbahaya, Di mana Anda menempatkan pasien-pasien itu? Anda tidak bisa mengirim mereka pulang karena mereka mungkin masih bisa menulari orang lain, tapi mereka juga tidak bisa masuk lagi ke rumah sakit yang menjadi pusat penyebaran penyakit," kata Zhao, dilansir dari South China Morning Post, Jumat (21/2/2020).

Baca juga: WHO: Status Virus Corona Berpotensi Naik dari Epidemik Jadi Pandemik

Dalam wawancara terpisah dengan Beijing News pada Rabu (19/2/2020), Zhao mengatakan, salah satu pasiennya telah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit setelah dua tes laboratorium hasilnya negatif.

Namun, beberapa hari kemudian, pasien itu mengalamai demam dan kembali dinyatakan positif.

Dia mengatakan, kasus itu menyarankan bahwa pasien yang sudah pulih harus mengarantinakan diri di rumah selama 14 hari setelah dipulangkan.

Para ahli China sebelumnya telah memperingatkan bahwa pasien yang pulih dapat terinfeksi untuk kedua kalinya.

Di Provinsi Ontario, Kanada, misalnya, dua kasus pertama Covid-19 di negara itu yang telah sembuh dinyatakan positif lagi.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X