Kelestarian Ekosistem Terumbu Karang Terancam Rusak, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 26/02/2020, 13:32 WIB

Menurut peneliti, perubahan iklim telah meningkatkan kekuatan dan frekuensi gelombang panas laut, yang telah meningkatkan keparahan pemutihan.

Terumbu karang berada pada titik kritis, sehingga setiap strategi yang tersedia untuk mendorong kesehatan dan ketahanan terumbu karang perlu dieksplorasi.

"Studi ini menunjukkan kemungkinan untuk mengambil beberapa tindakan lokal seperti mengurangi polusi nutrisi untuk memberi kesempatan pada terumbu, setidaknya dalam waktu dekat," kata rekan penulis Sally Holbrook, yang juga seorang profesor di EEMB.

Baca juga: Terumbu Karang Terus Memutih, Apa Dampaknya Bagi Manusia?

Menurut Deron Burkepile, rekan penulis yang juga profesor di EEMB mengatakan gelombang panas laut dan pemutihan karang adalah tantangan utama yang dihadapi terumbu karang di abad ke-21.

Burkepile mengungkapkan pentingnya mengelola emisi karbon dioksida (CO2) secara global.

"Kami juga mencari strategi yang dapat ditarik pada skala lokal untuk membantu ekosistem terumbu karang menahan stresor global ini, sementara kami juga mengambil tindakan untuk mengatasi perubahan iklim," jelas Burkepile.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.