Kompas.com - 24/02/2020, 08:45 WIB
Ilustrasi berenang Ilustrasi berenang

KOMPAS.com - Pada 1908, sebuah buku panduan berjudul "Scouting for Boys" mengatakan, jika seseorang makan 90 menit sebelum berenang maka dapat mengakibatkan tenggelam.

Mitos itu pun berkembang ke banyak negara. Bahkan diberitakan Live Science, Minggu (23/2/2020), beberapa anak yang makan sebelum pergi ke kolam renang hanya bisa menonton teman-temannya berenang di pinggir kolam.

Namun berdasar penelitian sains, terungkap bahwa itu hanya mitos. Tak perlu khawatir soal makan sebelum berenang.

"Tidak masalah untuk berenang kapan saja setelah Anda makan," ungkap Peter Wernicki, seorang ahli bedah ortopedi di Klinik Cleveland Indian River Hospital dan anggota Dewan Penasihat Ilmiah Palang Merah.

Baca juga: Viral, Video Rekam Wanita Asik Berenang dengan Orca di Alam Liar

Menurut mitos, makan mengalihkan darah ke peruh dan menjauh dari otot sehingga bisa mengakibatkan kram yang membuat tenggelam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun sekali lagi, itu hanya mitos dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Wernicki pun mencoba meluruskan mitos tersebut.

Dia membenarkan, pasokan darah kurang memang dapat menyebabkan kram otot.

Namun, ketika kita makan, tubuh justru mengalirkan darah ekstra ke perut. Saat kita olahraga, otot juga mendapat pasokan darah ekstra.

"Namun, perubahan suplai darah setelah makan sandwich tidak berdampak pada keadaan darurat medis," ujar Wernicki.

Dengan kata lain, kram otot akibat suplai darah rendah tidak terjadi pada orang sehat.

Situs kesehatan Mayo Clinic mencatat, kram otot biasanya dipicu oleh kondisi medis seperti arteriosklerosis, yakni suatu kondisi yang terjadi ketika dinding arteri seseorang menyempit dan mengeras.

Penelitian-penelitian terdahulu juga telah mencari tahu hubungan makan sebelum berenang dengan kram otot.

Salah satunya penelitian pada 1968, saat itu para ahli meminta 24 perenang untuk sarapan sereal, roti, dan susu lalu meminta mereka menunggu sebentar sebelum berenang.

Hasilnya tak ada satupun atlet yang mengalami kram atau mual. Penelitian yang terbit di jurnal Research Quarterly for Exercise and Sport itu bahkan menunjukkan gerak atlet renang tidak melambat.

Penelitian pada 2011 jelas menunjukkan makan sebelum berenang tidak berbahaya.

Pada 2011, Palang Merah Amerika menerbitkan ulasan ilmiah tentang kedua hal tersebut dan menemukan bahwa pembatasan makanan sebelum berenang tidak perlu dilakukan dan hal itu tidak berdasar pada bukti ilmiah.

Baca juga: Demi Alam, Hindari Menggunakan Tabir Surya Saat Berenang

Wernicki menegaskan, tak ada contoh kasus seseorang tenggelam saat berenang karena mereka sebelumnya makan.

"Pastikan Anda tahu cara berenang, pastikan juga Anda sadar akan sekelilingmu," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.