Pohon Ini Sangat Beracun, Bahkan Jika Kita Berdiri di Bawahnya saat Hujan

Kompas.com - 23/02/2020, 20:02 WIB
Death Apple atau kerap disebut pula Poison Guava. DICK CULBERT/FLICKR/SCIENCE ALERTDeath Apple atau kerap disebut pula Poison Guava.

KOMPAS.com – Pada 1999, ahli radiologi Nicola Strickland liburan ke sebuah pulau di Karibia yaitu Tobago. Pulau ini dikelilingi oleh pantai tropis yang indah.

Pagi pertama di Tobago, Strickland mengunjungi pantai untuk mengumpulkan kulit kerrang dan potongan koral. Suasana dirasa menyenangkan sampai pada satu titik, berubah menjadi petaka.

Baca juga: Mengenal Buah Kemang, Kerabat Mangga Yang Kini Semakin Langka

Strickland dan seorang temannya menemukan pohon dengan buah berwarna hijau yang memiliki wangi manis. Keduanya pun memakan buah itu.

Dalam hitungan menit, rasa manis pada buah itu berubah menjadi pedas dan “membakar” tenggorokan mereka. Keduanya tidak bisa menelan sama sekali.

“Poison guava”

Buah yang mereka makan berasal dari pohon Hippomane mancinella, dengan genus Euphorbia. Buah itu kerap disebut beach apple atau poison guava. Pohon ini endemik kepulahan tropis di Amerika Utara, Amerika Tengah, Karibia, dan sebagian utara Amerika Selatan.

Dalam bahasa Spanyol, tanaman ini juga disebut arbol de la muerte alias “pohon kematian”. Mengutip Science Alert, Minggu (23/2/2020), Guinness World Records mencatat pohon ini sebagai pohon paling beracun di dunia.

Florida Institute of Food and Agricultural Sciences menyebutkan bahwa semua bagian pohon poison guava sangat beracun. Interaksi dengan semua bagian pohon ini bisa berdampak pada keracunan.

Baca juga: Tanaman Ini Bisa Menghapus Arsenik, Zat Sangat Beracun Bagi Manusia

Pohon ini menghasilkan getah yang terdapat pada semua bagiannya, dari batang sampai pucuk daunnya. Jika terkena kulit, getah ini bisa menyebabkan luka bak terbakar.

Komponen utama getah yang paling menyebabkan rasa terbakar adalah phorbol. Bahkan, getah ini mudah terbawa air sehingga sangat berbahaya bila Anda berdiri di bawah pohon saat turun hujan.

Peran dalam ekosistem

Tanaman ini memang sangat berbahaya bagi manusia. Namun bagi ekosistem sekitar, poison guava memiliki andil besar. Lokasinya di pesisir pantai membuat pohon ini menjadi penahan erosi. Hal ini telah terbukti di sepanjang pesisir Amerika Tengah.

Selain itu, para tukang kayu di Karibia juga kerap menggunakan kayu poison guava sebagai bahan furnitur. Setelah terlebih dahulu memotongnya dengan sangat hati-hati, dan menjemurnya di bawah matahari untuk menghilangkan semua getah beracunnya.

Baca juga: Berjuluk Pohon Kematian, Inilah Pohon Paling Beracun di Dunia

Usai kejadian yang mengancam nyawa tersebut, Strickland beruntung masih hidup karena memakan buahnya sepotong kecil saja. Pada tahun 2000, Strickland menulis untuk British Medical Journal tentang gejala detail akibat konsumsi buah tersebut.

Butuh sekitar delapan jam hingga rasa sakit dan terbakar pada tenggorokan mereda.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X