Viral, Video Rekam Wanita Asik Berenang dengan Orca di Alam Liar

Kompas.com - 16/12/2018, 20:00 WIB
Ilustrasi MarkMallesonIlustrasi

KOMPAS.com – Sebuah rekaman melalui drone menangkap kejadian yang luar biasa dan jarang terjadi. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang perempuan, bernama Judie Johnson, berenang bersama paus pembunuh atau orca, di pantai Hahei, Selandia Baru.

"Ada bayangan yang berenang di bawah saya, bentuknya besar dan saya pikir itu lumba-lumba. Saya sangat gembira, dan kemudian saya melihat warna putih besar di punggungnya," katanya seperti yang dilansir dari IFL Science Kamis (13/12/2018).

Ketika menyadari bayangan tersebut adalah orca, Johnson dengan cepat berenang ke daratan. Ia khawatir gerombolan orca yang berjumlah tiga ekor tersebut salah mengira dirinya sebagai anjing laut karena Johnson menggunakan pakaian selam berwarna hitam.

Baca juga: Orca 3 Tahun yang Kelaparan Diduga Mati, Populasinya Makin Terancam

Anjing laut memang menjadi buruan utama dari hewan yang menjadi tokoh utama dalam film Free Willy ini.

Keganasan mereka pun sudah tercatat dengan baik. Salah satu yang mengagumkan adalah mereka dapat menciptakan gelombang untuk membalikkan bongkahan es tempat para anjing laut berjemur dan kemudian memangsa mereka.

Namun faktanya, belum ada catatan tenntang serangan atau kematian manusia akibat ulah paus pembunuh di alam liar.

Paus pembunuh cenderung mempunyai keingintahuan yang tinggi seperti lumba-lumba, ketimbang mengetahui apakah kita makanan atau bukan dengan menggigit, seperti hiu.

Selepas ia mencapai daratan, Johnson justru kembali ke perairan untuk kembali berenang bersama para orca. Pada kesempatan ini, Dylan Brayshaw, seorang fotografer asal Australia mengabadikan momen indah antara Johnson dan para orca melalui drone-nya.

Johnson mengungkapkan, ketakutannya seketika berubah menjadi perasaan suka cita ketika melihat mata orca yang berenang di sebelahnya.

"Mereka juga tertarik dan ingin tahu tentang saya, seperti saya tentang mereka," ujar Johnson yang saat ini berusia 60 tahun.

Baca juga: Orca 3 Tahun Ini Terancam Mati karena Kelaparan, Mengapa?

Dr. Regina Eisert, pakar orca dari University of Canterbury mengungkapkan pada dasarnya orca seperti lumba-lumba dan tidak berbahaya.

"Paus pembunuh adalah bagian dari keluarga lumba-lumba yang terbesar, sehingga mereka hanya lumba-lumba besar dan kita semua tahu lumba-lumba sangat cerdas dan sangat suka bermain," jelas Eisert.

Meski demikian, Eisert menyatakan, bukan berarti orca sama sekali tidak berbahaya. Ia menyarankan di alam liar para orca tetap lah hewan liar yang tidak dapat diprediksi. Disarankan, jika Anda bertemu orca di alam liar seperti yang dialami Johnson, sebaiknya Anda segera ke daratan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Oh Begitu
Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Oh Begitu
Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Oh Begitu
Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X