Studi Baru, Virus Corona Wuhan Diduga Lebih Menular dari Perkiraan WHO

Kompas.com - 21/02/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi virus corona covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona covid-19

KOMPAS.com - Jumlah orang yang terinfeksi virus corona Wuhan atau SARS-Cov-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 terus meningkat dari hari ke hari.

Terbaru, jumlah kasus positif virus corona Wuhan di Korea Selatan melonjak menjadi 204 orang setelah seorang penyebar super menghadiri kebaktian Shincheonji Church of Jesus di Daegu dan menginfeksi setidaknya 43 orang lainnya.

Kemunculan para penyebar super ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa menular penyakit Covid-19 sebenarnya?

Untuk mendapatkan jawabannya, sekelompok peneliti internasional memeriksa sejumlah studi yang mencoba mencari tahu mengenai R0 virus ini di database PubMed, bioRxiv, dan Google Scholar.

Baca juga: Update Virus Corona 21 Februari: 2.247 Meninggal, 76,738 Terinfeksi

Dijelaskan oleh salah satu peneliti, Joacim Rocklöv dari Umeå University di Swedia, dalam Medical News Today, Selasa (18/2/2020); R0 merujuk pada angka rata-rata infeksi baru yang bisa disebabkan oleh seorang pasien virus corona di populasi yang belum pernah terpapar virus sebelumnya.

Jika R0 bernilai kurang dari satu, maka virus kemungkinan besar akan menghilang dengan sendirinya. Sebaliknya, bila R0 lebih dari satu, maka jumlah orang yang terinfeksi akan terus meningkat.

Selama ini, angka R0 virus corona Wuhan yang diperkirakan oleh Badan Kesehatan Dunia ( WHO) adalah 1,4-2,5.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X