Ini merupakan periode ketika aktivitas biasanya dimulai kembali setelah liburan Tahun Baru Imlek.
Kendati demikian, para pecinta lingkungan telah memeringatkan, pengurangan itu hanya bersifat sementara.
Baca juga: Nama Virus Corona Wuhan Sekarang SARS-CoV-2, Ini Bedanya dengan Covid-19
Penasihat kebijakan Greenpeace China, Li Shuo mengatakan setelah virus corona tenang, sangat mungkin terjadi putaran yang disebut polusi pembalasan.
"Pabrik-pabrik akan memaksimalkan produksi untuk mengkompensasi kerugian mereka selama periode penutupan," jelas Shuo.
Tidak hanya penurunan emisi karbon dioksida yang mengalami penurunan. Emisi nitrogen dioksida China, adalah produk sampingan dari pembakaran bahan bakar fosil di kendaraan dan pembangkit listrik.
Selama aktivitas ekonomi China lumpuh akibat virus corona (Covid-19), nitrogen dioksida mengalami penurunan 36 persen dalam sepekan setelah liburan Tahun Baru Imlek.
Baca juga: Viral Covid-19 Bisa Ditangkal dengan Curcumin, Ini Penjelasan Ahli
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!