Kompas.com - 20/02/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi sakit GERD Shutterstock.comIlustrasi sakit GERD

KOMPAS.com – Terdapat asumsi yang beredar di kalangan masyarakat, bahwa meninggalnya almarhum Ashraf Sinclair adalah akibat gastroesophageal reflux disease (GERD) yang termasuk dalam keluhan asam lambung.

Ternyata terdapat kemiripan antara keluhan asam lambung dengan gejala jantung, yakni nyeri pada ulu hati.

Dokter Spesialis Jantung RS Awal Bros Bekasi Timur, dr Ronaldi, Sp.JP, FIHA, FAPSC mengatakan bahwa keluhan ini disebut sebagai “nyeri alih”, yaitu nyeri yang menyerupai asam lambung padahal gangguan atau serangan jantung.

Baca juga: Ashraf Sinclair Meninggal, Masih Muda dan Olahraga, Mengapa Bisa Kena Serangan Jantung?

Lalu, bagaimana membedakan keluhan asam lambung dan jantung? Ronaldi menyebutkan bahwa keluhan jantung bisa dilihat dari dua hal yaitu ciri-ciri faktor risiko jantung yang tidak dapat dikendalikan dan ciri-ciri faktor risiko jantung yang dapat dikendalikan.

Ciri-ciri risiko jantung yang tidak dapat dikendalikan yaitu faktor usia (usia lanjut memiliki risiko penyakit jantung yang lebih besar), jenis kelamin (pria lebih berpotensi terkena serangan jantung), dan keturunan.

Sementara itu, ciri-ciri risiko jantung yang dapat dikendalikan adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tubuh, kencing manis atau diabetes melitus, gaya hidup (merokok, konsumsi makanan, olahraga, dan sebagainya), serta kadar asam urat.

“Jadi risiko yang dapat kita cegah adalah ciri-ciri risiko yang dapat dikendalikan karena risiko tersebut dapat dideteksi melalui medical check-up secara rutin, cek rekam jantung, treadmill jantung, dan konsultasi rutin dengan dokter,” tutur Ronaldi seperti dikutip dari keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Ashraf Sinclair Meninggal, Kenali 6 Faktor Risiko Serangan Jantung

Terkait gejala jantung, lanjutnya, sebaiknya masyarakat perlu memerhatikan beberapa ciri fisik gejala jantung seperti angina pektoris atau nyeri dada yang sifatnya khas. Yaitu nyeri dada kiri hingga menembus ke belakang, sampai menjalar ke tangan kiri.

“Ciri fisik lain dari gejala jantung adalah keluhan sesak nafas, di mana nafas terasa berat dan sering berdebar-debar serta berkeringat dingin,” tambahnya.

Jika ciri fisik tersebut tidak terdeteksi atau diabaikan, maka risiko serangan jantung mendadak atau heart attack dapat terjadi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
IDAI: Belajar dari Negara Lain, Waspada Bahaya Mutasi Virus Covid-19 Mengintai Anak dan Remaja

IDAI: Belajar dari Negara Lain, Waspada Bahaya Mutasi Virus Covid-19 Mengintai Anak dan Remaja

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X