Fakta atau Mitos? 10 Asumsi tentang Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Kompas.com - 20/02/2020, 20:05 WIB

Faktanya adalah kopi jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas < 4 gelas perhari tidak memperburuk kesehatan, bahkan bisa berefek positif pada kesehatan. Yang berdampak buruk bagi tubuh adalah gula dan susu tinggi lemak yang dikonsumsi bersamaan dengan kopi.

Selain itu, karena bersifat asam, kopi bisa menyebabkan masalah pada lambung, terutama pada orang-orang yang sensitif. Meningkatnya asam lambung bisa menyebakan terjadinya nyeri ulu hati, sesak nafas hingga berdebar-debar yang gejalanya bisa menyerupai orang yang mengalami serangan jantung.

Baca juga: Kenapa Setelah Minum Kopi Badan Jadi Merasa Lelah?

Kopi tanpa gula (kopi pahit) yang diminum dalam porsi terbatas, yaitu 1-2 gelas per hari, tidak menyebabkan serangan jantung.

9. “Penyempitan pembuluh darah hanya berakibat pada serangan jantung atau stroke”

Jantung memompakan darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Pembuluh darah ini tersebar dimulai dari pembuluh darah besar yaitu aorta hingga pembuluh darah yang lebih kecil menuju otak, pembuluh di tangan dan kaki. Pembuluh darah pada kaki juga bisa mengalami penyempitan.

Gejalanya adalah nyeri atau pegal pada otot kaki saat berjalan. Jika penyempitannya parah nyeri atau pegal kaki ini bahkan bisa terjadi pada saat istirahat.

Baca juga: Ashraf Sinclair Meninggal, Masih Muda dan Olahraga, Mengapa Bisa Kena Serangan Jantung?

Kondisi ini disebut sebagai penyempitan pembuluh darah perifer (urat darah tepi) / peripheral arterial disease (PAD). Pasien diabetes dan hipertensi yang berisiko stroke dan serangan jantung, juga berisiko tinggi terjadi penyempitan pembuluh darah tepi.

10. “Orang yang sudah terkena serangan jantung atau stroke dilarang berolah raga dan hanya boleh istirahat.”

Ini adalah pandangan yang salah. Sesegera mungkin, setelah mengalami serangan jantung, pasien jantung harus segera mulai bergerak atau berolah fisik. Lakukan aktivitas fisik yang dianjurkan oleh dokter. Mulai dengan berjalan lambat hingga jalan cepat.

Durasinya adalah selama 30-40 menit, 3-4 x per minggu. Jika fisik sudah lebih kuat, bisa berjalan cepat hingga berlari kecil. Olahraga lain yang dianjurkan adalah bersepeda, baik sepeda statis ataupun sepeda di jalanan.

Baca juga: 3 Hal untuk Cegah Stroke Akibat Kelainan Irama Jantung Aritmia

Penelitian membuktikan bahwa paska serangan jantung, penderita yang rajin berolahraga atau gerak tubuhnya aktif, bisa memperpanjang usia hidup.

Pada saat berolahraga, jantung akan berdetak lebih cepat, sehingga bisa memompa darah lebih efisien, dan kesehatan pembuluh arteri juga lebih baik.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.