Kenapa Setelah Minum Kopi Badan Jadi Merasa Lelah?

Kompas.com - 03/10/2019, 17:03 WIB
Ilustrasi By Aleksandrs Muiznieks/ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Kafein adalah stimulan yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Akan tetapi, efek yang dirasakan semua orang bisa berbeda.

Beberapa orang misalnya, dapat minum beberapa cangkir kopi agar efeknya terasa, sementara yang lain cukup meminum secangkir kopi.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), rata-rata 8 ons kopi mengandung sekitar 80-100 miligram (mg) kafein.

Bagaimana kopi bisa membuat Anda merasa lelah?

Sejatinya kopi tidak membuat seseorang kelelahan, tetapi kafein yang terkandung di dalamnya memberikan efek yang terkadang dapat menyebabkan kelelahan.

Baca juga: Ahli Gizi Kritisi Isi Bantuan untuk Bayi 14 Bulan yang Diberi Kopi

Beberapa alasan kopi bisa membuat kelelahan adalah:

Kafein memblokir reseptor adenosine di otak

Adenosine merupakan zat kimia di otak yang mempengaruhi siklus tidur-bangun. Kadar adenosin akan meningkat selama Anda bangun dan menurun saat tidur.

Biasanya, molekul adenosin berikatan dengan reseptor khusus di otak, yang tugasnya adalahh memperlambat aktivitas otak dalam persiapan untuk tidur. Namun, kafein mencegah hal ini terjadi dengan mengikat reseptor adenosine.

Karena tubuh cepat menyerap kafein, efeknya dapat dirasakan dalam beberapa menit. Faktanya, tubuh menyerap 99 persen kafein dalam 45 menit setelah dikonsumsi. Setelah tubuh sepenuhnya memetabolisme kafein, efeknya akan hilang.

Lamanya waktu kafein dalam tubuh bervariasi dari orang ke orang. Meskipun menghambat reseptor adenosin, ia tidak mempengaruhi produksi molekul adenosin baru.

Ketika kafein habis, molekul adenosin dapat berikatan dengan reseptornya, yang dapat menyebabkan kantuk.

Tubuh membangun toleransi pada kafein

Jika Anda secara teratur mengonsumsi kopi dan minuman berkafein lain, tubuh dapat mengembangkan toleransi terhadapnya. Karena kafein memblokir reseptor adenosin, tubuh memproduksi lebih banyak reseptor adenosin untuk mengatasi efek dari konsumsi kafein

Dalam satu studi kecil yang dilakukan, para peneliti meneliti efek pada konsumsi kafein berkelanjutan pada kinerja bersepeda 11 orang dewasa yang aktif secara fisik.

Pada awal penelitian, setelah meminum kafein, para peserta memiliki detak jantung yang lebih tinggi dan memberikan kekuatan bersepeda yang lebih besar. Namun, setelah 15 hari, efek kafein mulai berkurang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
Es Berwarna Pink Muncul di Pegunungan Alpen, Fenomena Apa Itu?

Es Berwarna Pink Muncul di Pegunungan Alpen, Fenomena Apa Itu?

Oh Begitu
Sebagian Indonesia Lebih Dingin Bukan karena Aphelion, tapi Pola Angin

Sebagian Indonesia Lebih Dingin Bukan karena Aphelion, tapi Pola Angin

Fenomena
Bumi Berada di Titik Aphelion, Apa Dampaknya untuk Indonesia?

Bumi Berada di Titik Aphelion, Apa Dampaknya untuk Indonesia?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X