Kompas.com - 20/02/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi virus corona covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona covid-19

“Lonjakan SARS-CoV-2 tampaknya merupakan hasil seleksi pada manusia atau ACE2 yang menyerupai manusia yang memungkinkan timbulnya solusi pengikatan optimal lainnya. Ini adalah bukti kuat SARS-CoV-2 bukan produk rekayasa genetika," tulis para peneliti.

Mereka juga menunjuk fitur unik pada "protein lonjakan" virus. Ini belum pernah terlihat sebelumnya dalam Betacoronaviruses keturunan B terkait, sebagai bukti lebih lanjut bahwa ini bukan ciptaan laboratorium.

Profesor Roy Hall dari University of Queensland, yang meneliti struktur protein virus dan tidak terlibat dalam penelitian ini, setuju dengan bukti para peneliti tentang fitur-fitur ini dan kesimpulan mereka.

Menurut dia, jika ini adalah virus hasil rekayasa genetika, peneliti akan mengambil virus yang diketahui menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit dan menggunakan struktur genetik yang sama.

"Tapi kami belum pernah melihat (fitur-fitur ini) sebelumnya, jadi mereka telah berevolusi secara alami, secara terpisah di alam. Tidak ada yang melihat mereka sebelumnya, sehingga mereka tidak akan direkayasa secara genetis seperti itu," kata Hall.

Menurut Hall, klaim virus corona adalah rekayasa tidak memiliki dasar yang jelas, sehingga ia mendukung para ilmuwan berdasarkan bukti yang ditunjukkan.

Baca juga: Gambar Virus Corona Wuhan Covid-19 Dirilis, Begini Penampakannya

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim itu juga mengatakan jika virus itu dimanipulasi oleh para peneliti laboratorium, itu akan dibangun dari "tulang punggung virus yang sebelumnya digunakan". Namun, hal tersebut tidak terjadi.

Para peneliti menyarankan dua jalur yang memungkinkan untuk evolusi virus. Satu teori melibatkan virus yang berevolusi melalui seleksi alam melalui inang hewan sebelum melompat ke manusia.

Di sisi lain, nenek moyang virus melompat dari hewan ke manusia dan adaptasi selanjutnya terjadi dalam penularan dari manusia ke manusia sampai virus tersebut tumbuh cukup efisien, sehingga wabah dapat lepas landas.

Analisis dari ilmuwan lain juga menunjukkan bukti nyata evolusi alami.

Baca juga: Indonesia Masih Negatif Virus Corona, Benarkah Tak Mampu Deteksi?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X