Kompas.com - 12/02/2020, 08:26 WIB
Seorang peneliti yang bekerja di laboratorium Klinis Mikrobiologi, Virologi dan Diagnostik Darurat dari rumah sakit Luigi Sacco di Milan, Italia, 30 Januari 2020 untuk meneliti virus corona.  EPA-EFE/MATTEO BAZZI MATTEO BAZZISeorang peneliti yang bekerja di laboratorium Klinis Mikrobiologi, Virologi dan Diagnostik Darurat dari rumah sakit Luigi Sacco di Milan, Italia, 30 Januari 2020 untuk meneliti virus corona. EPA-EFE/MATTEO BAZZI

KOMPAS.com – World Health Organization (WHO) menamai virus corona Wuhan (2019-nCoV) sebagai COVID-19.

“Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit (tersebut) dan nama itu adalah COVID-19,” tutur Direktur WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus beberapa waktu lalu di Jenewa, Swiss.

Dilansir dari BBC, Rabu (12/2/2020), nama tersebut diberikan usai angka kematian akibat virus tersebut mencapai 1.000 jiwa. Sementara itu sampai saat ini, puluhan ribu jiwa terinfeksi COVID-19.

Baca juga: Laporan Korban Virus Corona Wuhan Ungkap Adanya Penyebar Super

Ghebreyesus menghimbau semua pihak terkait dalam tingkat global memerangi virus tersebut seagresif mungkin.

Virusnya sendiri sebelumnya dinamakan SARS-CoV-2 oleh International Committee on Taxonomy of Viruses. Para peneliti kemudian mencari nama resmi virus tersebut untuk menghindari stigma terhadap ras atau negara tertentu.

“Kami harus menemukan nama yang tidak terkait dengan lokasi geografis, seekor hewan, sekelompok manusia atau masyarakat, serta berkorelasi dengan penyakit tersebut,” tambah Ghebreyesus.

Setelah 13 negara lainnya, kini kasus virus corona terkonfirmasi di Sri Lanka dan Jerman Stocktrek Images/Getty Images Setelah 13 negara lainnya, kini kasus virus corona terkonfirmasi di Sri Lanka dan Jerman

Nama resmi tersebut diambil dari kata ‘corona’, ‘virus’, dan ‘disease’. Sementara 2019 merepresentasi tahun di mana virus itu menyebar. Berdasarkan WHO, virus tersebut mulai menyebar pada 31 Desember 2019.

Di China saja, saat ini tercatat ada 42.200 kasus terkait COVID-19. Angka kematiannya telah melampaui wabah virus SARS pada 2002-2003 silam.

Pada Senin lalu, di Provinsi Hubei saja terdapat 103 orang meninggal. Jumlah angka kematian di keseluruhan China saat ini 1.016 jiwa.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
IDAI: Belajar dari Negara Lain, Waspada Bahaya Mutasi Virus Covid-19 Mengintai Anak dan Remaja

IDAI: Belajar dari Negara Lain, Waspada Bahaya Mutasi Virus Covid-19 Mengintai Anak dan Remaja

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X