Krisis Air di Batam, BMKG Prediksi Curah Hujan Rendah Sampai Maret

Kompas.com - 20/02/2020, 17:32 WIB
Ketersediaan air baku di Kota Batam mulai mengkhawatirkan. Debit air yang ditampung di 5 waduk mulai mengalami penyusutan. Penyusutan paling mengkhawtirkan terjadi di Waduk Duriangkang hingga -3 meter yang kini menopang 80 persen kebutuhan kota Batam, Rabu (19/2/2020). KOMPAS.COM/HADI MAULANAKetersediaan air baku di Kota Batam mulai mengkhawatirkan. Debit air yang ditampung di 5 waduk mulai mengalami penyusutan. Penyusutan paling mengkhawtirkan terjadi di Waduk Duriangkang hingga -3 meter yang kini menopang 80 persen kebutuhan kota Batam, Rabu (19/2/2020).

Berbeda dengan sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya yang berada di selatan Ekuator.

"Wilayah ini curah hujannya dominan dipengaruhi oleh (angin) monsun, dengan periode hujan rendah sekali dalam setahun," sambung Indra.

Pantauan kondisi waduk melalui sistem pengelolaan air terintegrasi milik PT Aditya Tirta Batam (ATB). Tercatat kondisi air berada pada level minus 2,76 meter di bawah spillway.

Apabila debit air berada pada minus 3 meter di bawah spillway, maka suplai air bagi 200.000 pelanggan akan terganggung.

Baca juga: Berikut Wilayah Berpotensi Curah Hujan Tinggi hingga 10 Februari 2020

Pelanggan air dari waduk ini, tidak hanya dari rumah tangga, tetapi juga dari kalangan bisnis dan industri di Kota Batam.

Dari data historis BMKG menunjukkan pola tahunan curah hujan di Batam menunjukkan intensitas yang rendah di bulan Februari.

" Curah hujan akan sedikit meningkat pada akhir Maret-April, kemudian kembali menurun pada periode Mei-Juli 2020," jelas dia.

BMKG memperkirakan peningkatan curah hujan di wilayah Batam pada periode Maret hingga April, diprediksi di atas 50 mm/10 hari.

Baca juga: BMKG: Daftar Wilayah Wajib Siaga dan Waspada Banjir, Termasuk Jakarta

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X