Kompas.com - 10/02/2020, 08:03 WIB
Ilustrasi mobil melewati banjir Kompas.com/Aditya MaulanaIlustrasi mobil melewati banjir

KOMPAS.com - Memasuki puncak musim hujan, masyarakat diminta waspada akan potensi adanya genangan atau banjir di beberapa wilayah Indonesia.

Dikatakan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, karena curah hujan mulai secara intens turun di hampir seluruh wilayah Indonesia, masyarakat perlu untuk mengantisipasi dan waspada terhadap bencana alam lain sebagai dampaknya.

Untuk diketahui, bedasarkan analisis BMKG, kondisi iklim pada tahun 2020 ini diprakirakan mendekati pola normalnya.

Namun BMKG tetap berharap kementerian atau lembaga terkait dan masyarakat luas tetap waspada.

Baca juga: Berikut Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat hingga 13 Februari 2020

Terutama terhadap potensi dan risiko bencana terkait iklim dan cuaca (hidrometeorologi) di masa mendatang, baik banjir, tanah longsor maupun kebakaran hutan dan lahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada beberapa wilayah yang diprakirakan akan terjadi genangan atau banjir, tetapi itu bukan berarti satu provinsi, hanya saja di provinsi tersebut ada potensi (banjir) karena curah hujan yang tinggi," kata Dwikorita dalam jumpa pers di Gedung BMKG Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Berikut daftar wilayah yang berpotensi terjadi banjir akibat curah hujan yang tinggi, yakni:

  • Kalimantan Utara (Siaga)
  • Aceh (Waspada)
  • Bengkulu (Waspada)
  • Sumatera Selatan (Waspada)
  • Banten (Waspada)
  • DKI Jakarta (Waspada)
  • Jawa Barat (Waspada)
  • Jawa Timur (Waspada)
  • Jawa Tengah (Waspada)
  • Kalimantan Utara (Waspada)
  • Nusa Tenggara Barat (Waspada)
  • Nusa Tenggara Timur (Waspada)
  • Sulawesi Selatan (Waspada)
  • Sulawesi Tenggara (Waspada)
  • Sulawesi Barat (Waspada)

Baca juga: BMKG: 99 Persen Wilayah Masuki Puncak Hujan, 1 Persen Wilayah Kemarau

Kendati demikian, ditegaskan lebih lanjut oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo, dampak hujan tinggi dan terjadinya banjir tersebut sangat bergantung bapa kondisi cuaca dan topografi daerah itu.

"Sangat tergantung dari kondisi topografi setempat, yang mempengaruhi aliran udara dan airnya akan terjadi genangan atau tidak," ujar Prabowo dalam kesempatan yang sama.

Sementara aliran udara yang ada di suatu titik wilayah pada dasarnya memang akan mendesak udara dingin masuk dan cenderung meningkatkan curah hujan.

"Ada kemungkinan terjadi dampak lanjutan, potensi titik-titik longsor atau banjir. Setiap hari berbeda tergantung kondisi cuaca yang ada," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.