5 Darurat Kesehatan Global yang Diumumkan WHO Sebelum Virus Corona

Kompas.com - 31/01/2020, 18:31 WIB
Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China. AFP/FABRICE COFFRINISekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China.

Namun, pada tahun lalu, jumlah kasus polio meningkat kembali hingga 113. Hal ini membuat polio masih menyandang status PHEIC hingga saat ini.

2014: Ebola

Pada tahun yang sama, WHO juga mendeklarasikan PHEIC untuk wabah Ebola yang menyapu Afrika Barat. WHO pada saat itu juga meminta komunitas internasional untuk membantu negara-negara yang terpengaruh oleh wabah ini.

Akan tetapi, respons WHO terhadap wabah ebola saat itu dikritisi oleh berbagai pihak karena dianggap terlambat.

status PHEIC baru diberikan lima bulan setelah WHO pertama kali menerima informasi akan ancaman ebola pada Desember 2013. Ketika status PHEIC diberikan, penyakit ini telah menyebabkan 1.711 kasus infeksi dan 932 kematian.

Selama masa epidemi, ebola juga juga menyebar ke Italia, Mali, Nigeria, Senegal, Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat.

Baca juga: Update Corona 31 Januari: 213 Tewas, WHO Tetapkan Status Darurat Dunia

2016: Zika

Epidemi virus zika di Amerika Selatan dimulai dengan transmisi lokal di Brasil pada Mei 2015.

Pada tahun yang sama, Brasil juga melaporkan kekhawatiran akan kaitan antara virus ini dengan berbagai kondisi neurologis, termasuk mikrosefali yakni kondisi di mana bayi terlahir dengan kepala kecil. Namun, kaitan ini tidak terbukti.

Pada Februari 2016, infeksi virus zika menyebar dengan cepat ke berbagai 20 negara di Amerika dan Cabo Verde. Hal ini membuat WHO mendeklarasikan zika, beserta kaitannya dengan berbagai gangguan neurologis, sebagai PHEIC.

Status PHEIC untuk zika ini diakhiri pada November 2018.

2019: Ebola

Ebola kembali dideklarasikan sebagai PHEIC setelah mewabah nyaris setahun di Kongo. Pada saat itu, ebola telah menginfeksi 2.500 orang di Kongo dan menyebabkan 1.600 kematian.

Pada awalnya, WHO tidak menganggap wabah ebola di Kongo sebagai PHEIC. Setelah empat kali rapat, barulah komite darurat WHO menyatakan wabah Ebola sebagai PHEIC.

WHO mengatakan, komite mengutip perkembangan terbaru wabah ini dalam membaut rekomendasi, termasuk kasus terkonfirmasi pertama di Goma, kota dengan hampir 2 juta orang yang berbatasan dengan Rwanda, dan merupakan gerbang menuju wilayah Kongo lainnya serta dunia.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X