Rekayasa Genetika Nyamuk Ini Siap Lawan Demam Berdarah

Kompas.com - 17/01/2020, 20:03 WIB
Ilustrasi demam berdarah kenary820/shutterstockIlustrasi demam berdarah


KOMPAS.com - Para peneliti dari Columbia melakukan rekayasa genetik pada nyamuk agar dapat kebal dari virus demam berdarah.

Demam berdarah menjadi penyakit yang rentan terjadi di daerah tropis dan biasanya lebih sering muncul di musim penghujan.

Namun, pulih sekali dari penyakit demam berdarah, belum tentu Anda bisa bebas dari penyakit ini lagi.

Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk yang ditandai dengan demam, ruam dan nyeri, sehingga mampu melemahkan daya tahan tubuh.

Baca juga: Kasus Pertama di Dunia, Demam Berdarah Ditularkan Lewat Hubungan Seks

Dilansir dari Science Mag, Jumat (17/1/2020), demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari empat versi virus dengue yang berbeda genetis.

Orang yang sebelumnya terinfeksi dan kembali terkena untuk yang kedua kalinya dapat menghadapi gejala yang lebih parah.

Bahkan, serangan kedua dari virus ini dapat lebih mematikan, sehingga dapat mengancam jiwa.

Nyamuk disuntik antibodi antidengue

Oleh sebab itu, para peneliti melakukan serangkaian rekayasa genetika untuk memberikan antibodi pada nyamuk agar kebal terhadap virus.

Dengan dipersenjatai antibodi, saat dilepaskan ke alam liar, nyamuk ini dapat menekan sirkulasi virus.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Science
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X