Kompas.com - 21/11/2019, 11:04 WIB
Salah satu fragmen dalam Buku Kematian Mesir yang menunjukkan Dewa Toth berkepala Ibis sedang mencatat hasil penghakiman terakhir. NewsweekSalah satu fragmen dalam Buku Kematian Mesir yang menunjukkan Dewa Toth berkepala Ibis sedang mencatat hasil penghakiman terakhir.

Dari studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE itu, orang-orang yang berkepentingan seperti para imam menjinakkan burung-burung di habitat alami atau memelihara mereka hanya pada waktu-waktu tertentu dalam setahun untuk memenuhi permintaan ritual.

Kemungkinan populasi ibis ini dijinakkan dengan memberikan umpan makanan.

Praktik pengorbanan dan membuat mumi burung-burung itu sendiri sudah dilakukan sejak 665 SM-250M.

Tujuannya untuk menghormati dewa Toth yang sering digambarkan sebagai seorang lelaki dengan kepala ibis.

Toth sendiri merupakan dewa keadilan, kebijaksanaan, sihir, dan bulan. Ibis yang telah dikorbankan sebelum dimumikan ditumpuk di makam kuno terlebih dahulu.

"Tidak diketemukan tanda-tanda perkawinan sedarah dalam DNA ibis yang menunjukkan bahwa mereka ditangkarkan," kata Sally, Wasef, penulis utama dalam studi ini, dilansir Newsweek, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Lebih dari 40 Mumi Kuno Ditemukan di Mesir, Ada Anjing dan Anak-anak

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Studi ini memang menyoroti ritual yang dilakukan oleh orang Mesir kuno dan bagaimana mereka memperoleh jutaan burung ibis untuk dikorbankan setiap tahun.

Meski jumlahnya sangat banyak jika dibandingkan dengan lainnya, Ibis bukan satu-satunya hewan yang dimumikan oleh orang Mesir.

Para peneliti telah menemukan berbagai macam hewan lainnya yang dimumikan di situs bersejarah Mesir.

"Daftarnya sangat panjang. Beberapa hewan peliharaan seperti kucing, anjing, elang, monyet, ular, sapi, dan lain-lain juga ditemukan dalam makam Mesir," tutup Wasef.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.