Salin Artikel

Ada Jutaan Mumi Burung Ibis di Makam Kuno Mesir, dari Mana Asalnya?

KOMPAS.com - Selama ini bangsa Mesir kuno dikenal menjalankan berbagai proses dalam memakamkan orang-orang yang telah meninggal dunia.

Tidak hanya mumifikasi jenazah saja, bangsa Mesir juga mengisi makam-makam mereka dengan hewan-hewan yang turut diawetkan, salah satunya adalah spesies burung Threskiornis aethiopicus atau yang dikenal burung ibis keramat Afrika.

Ibis memang menjadi hewan yang paling banyak dimumikan oleh bangsa Mesir. Salah satu yang bisa ditemukan adalah di pemakaman kuno Tuna el-Gebel di Mesir Tengah.

Tempat ini menjadi situs dengan jumlah ibis terbanyak yang pernah diketahui.

Bukan cuman puluhan, di pemakaman ini ditemukan burung-burung ibis yang berjumlah hingga 4 juta. Hal ini membuat peneliti kebingungan, bagaimana bisa orang Mesir mengumpulkan sebegitu banyak burung-burung untuk dimumikan.

Namun para peneliti tidak memiliki bukti yang memberikan petunjuk bagaimana orang mengumpulkan burung ibis dalam jumlah yang besar.

Untuk menyelidikinya, tim yang dipimpin oleh Sally Wasef dari Griffith University di Australia menganalisi genom dari 14 mumi ibis yang berusia sekitar 2.500 tahun yang lalu.

Peneliti juga membandingkannya dengan 26 spesimen ibis modern yang ditemukan di alam liar Afrika.

Awalnya, peneliti berteori jika orang Mesir sengaja memelihara burung-burung ibis yang kemudian digunakan untuk pengorbanan.

Namun ternyata sangkaan tersebut tidak terbukti. Alih-alih menernakkan, orang Mesir memilih untuk menjinakkan populasi burung ibis liar.

Dari studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE itu, orang-orang yang berkepentingan seperti para imam menjinakkan burung-burung di habitat alami atau memelihara mereka hanya pada waktu-waktu tertentu dalam setahun untuk memenuhi permintaan ritual.

Kemungkinan populasi ibis ini dijinakkan dengan memberikan umpan makanan.

Praktik pengorbanan dan membuat mumi burung-burung itu sendiri sudah dilakukan sejak 665 SM-250M.

Tujuannya untuk menghormati dewa Toth yang sering digambarkan sebagai seorang lelaki dengan kepala ibis.

Toth sendiri merupakan dewa keadilan, kebijaksanaan, sihir, dan bulan. Ibis yang telah dikorbankan sebelum dimumikan ditumpuk di makam kuno terlebih dahulu.

"Tidak diketemukan tanda-tanda perkawinan sedarah dalam DNA ibis yang menunjukkan bahwa mereka ditangkarkan," kata Sally, Wasef, penulis utama dalam studi ini, dilansir Newsweek, Rabu (13/11/2019).

Studi ini memang menyoroti ritual yang dilakukan oleh orang Mesir kuno dan bagaimana mereka memperoleh jutaan burung ibis untuk dikorbankan setiap tahun.

Meski jumlahnya sangat banyak jika dibandingkan dengan lainnya, Ibis bukan satu-satunya hewan yang dimumikan oleh orang Mesir.

Para peneliti telah menemukan berbagai macam hewan lainnya yang dimumikan di situs bersejarah Mesir.

"Daftarnya sangat panjang. Beberapa hewan peliharaan seperti kucing, anjing, elang, monyet, ular, sapi, dan lain-lain juga ditemukan dalam makam Mesir," tutup Wasef.

https://sains.kompas.com/read/2019/11/21/110400123/ada-jutaan-mumi-burung-ibis-di-makam-kuno-mesir-dari-mana-asalnya-

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.