Kompas.com - 19/11/2019, 18:05 WIB
Seorang pengunjung berjalan dekat tanda Intel Artificial Intelligence (AI) Day di Bangalore, India, 4 April 2017. AFP/MANJUNATH KIRANSeorang pengunjung berjalan dekat tanda Intel Artificial Intelligence (AI) Day di Bangalore, India, 4 April 2017.

KOMPAS.com - Perkembangan teknologi yang memasuki era revolusi industri 4.0 dianggap memengaruhi berbagai bidang ilmu, termasuk kedokteran. Salah satu fokusnya adalah cara dan pola tumbuh kembang anak.

Era revolusi industri 4.0 dapat juga dikatakan sebagai era Artificial Intelligence (AI) dan machine learning, atau juga sering disebut dengan kecerdasan buatan.

Perkembangan teknologi menjadi tantangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari bagi pembimbing, juga generasi penerus atau anak-anak.

Prof Dr dr Tjhin Wiguna SpPJ(K) dalam pengukuhannya sebagai guru besar Universitas Indonesia di IMERI UI, Sabtu (16/11/2019), menyampaikan bahwa salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia yaitu berfokus pada psikiatri anak dan neurosains dalam perkembangan teknologi AI.

Baca juga: Kecerdasan Buatan di Balik #AgeChallenge Aplikasi Wajah Tua FaceApp

Menurut dr Wiguna, di era revolusi industri 4.0 tantangan terbesar yang dihadapi yaitu mencukupi kebutuhan stimulasi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan emosi anak.

"Agar generasi penerus mampu memiliki jiwa yang sehat untuk meghadapi perubahan yang cepat dan drastis," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2002, UU Nomor 18 Tahun 2014, dan konsep World Health Organization (WHO), anak yang sehat jiwanya adalah anak yang mampu merasakan bahwa dirinya sehat dan bahagia.

"Psikiatri anak dan neurosains mencoba menjawab tantangan perkembangan era revolusi industri 4.0 saat ini. Juga diharapkan mencapai target tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia," kata dia.

Psikiatri anak

dr Wiguna menjelaskan, psikiatri anak merupakan salah satu cabang yang berorientasi dan mendalami tahapan pertumbuhan serta perkembangan emosi dan perilaku anak.

Hal itu dimaksudkan agar dapat memberikan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan pendekatan elektik-holistik untuk mencapai derajat kesehatan jiwa yang optimal bagi anak dan keluarganya.

Baca juga: Cara Sederhana Bikin Anak Jadi Generasi Sehat, Generasi Unggul

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Piramida Terbesar di Dunia, Ternyata Nomor 1 Bukan Di Mesir

5 Piramida Terbesar di Dunia, Ternyata Nomor 1 Bukan Di Mesir

Oh Begitu
5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

Kita
Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Oh Begitu
Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Kita
Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.