Jakarta Hasilkan 7.700 Ton Sampah per Hari

Kompas.com - 01/11/2019, 19:07 WIB
Seorang anak mencari sampah berupa besi di Kanal Banjir Barat (KBB) sungai Ciliwung di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017). Pengerukan lumpur dilakukan untuk memperlancar aliran air sungai serta mengantisipasi datangnya musim hujan yang mengakibatkan banjir yang kerap terjadi di Jakarta. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSeorang anak mencari sampah berupa besi di Kanal Banjir Barat (KBB) sungai Ciliwung di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017). Pengerukan lumpur dilakukan untuk memperlancar aliran air sungai serta mengantisipasi datangnya musim hujan yang mengakibatkan banjir yang kerap terjadi di Jakarta.

KOMPAS.com – Pulau Jawa adalah penyumbang sampah terbanyak di Indonesia. Mayoritas datang dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Di DKI Jakarta saja, sampah yang dihasilkan per hari mencapai 7.700 ton. Hal itu diungkapkan oleh tutur Ir Suharti M A PhD selaku Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Kepemukiman Pemprov DKI Jakarta.

“Jakarta menghasilkan 7.700 ton sampah setiap hari. Setiap hari juga, ada 250 ton sampah yang diangkut dari badan air,” tutur Suharti dalam acara “Innovation on Waste Management River Plastic Interception” di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Jumlah tersebut, lanjut Suharti, terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Dalam waktu lima tahun terakhir, jumlah sampah di DKI Jakarta bertambah sebanyak 36 persen.

“Bandingkan dengan kenaikan jumlah penduduk dalam periode yang sama, yaitu hanya 4 persen,” tuturnya.

Baca juga: Indonesia Bebas Sampah Plastik, Harus Dimulai dari Produsen

Suharti menekankan, memang jumlah populasi yang menyebabkan bengkaknya sampah di Indonesia termasuk Jakarta. Sebagai perbandingan, orang Malaysia dan Singapura rata-rata menghasilkan 1,5 kg sampah per hari.

“Kalau orang Jakarta rata-rata menghasilkan 0,75 kg sampah per hari, setengahnya,” lanjut ia.

Mengurangi sampah di laut hingga 70 persen

Tahun lalu, Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden No 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

“Tujuannya adalah mengurangi sebesar 70 persen sampah di lautan Indonesia pada tahun 2025,” tutur Dr Ir Nani Hendiarti, M.Sc selaku Asisten Deputi IV Pengadaan Iptek Kemenko Kemaritiman dan Investasi dalam acara yang sama.

kambing-kambing makan sampah di lautan sampah Kampung Bengek, Penjaringan, Jakarta UtaraKOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI kambing-kambing makan sampah di lautan sampah Kampung Bengek, Penjaringan, Jakarta Utara

Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat lima strategi yang dilakukan lintas kementerian. Antara lain mendorong perubahan perilaku masyarakat dan pengurangan sampah plastik sekali pakai.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X