Indonesia Bebas Sampah Plastik, Harus Dimulai dari Produsen

Kompas.com - 19/09/2019, 12:03 WIB
Kondisi TPS ilegal yang disebut telah menyebabkan lautan sampah plastik di Kali Jambe, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (5/9/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANKondisi TPS ilegal yang disebut telah menyebabkan lautan sampah plastik di Kali Jambe, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (5/9/2019).

KOMPAS.com - Indonesia menghasilkan sembilan juta ton sampah setiap tahun, dan angkanya terus meningkat.

Dari total keseluruhan sampah tersebut, 14 persennya ialah sampah plastik. Inilah yang membuat Indonesia sebagai penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia. Dampak dari sampah plastik tersebut juga sudah dirasakan semua mahluk hidup.

Dalam upaya menanggulangi dampak sampah plastik di masa yang akan datang, banyak lembaga dan komunitas bahkan perusahaan yang sedang bergerak melakukan gerakan anti sampah plastik.

Seperti yang dilakukan oleh WWF-Indonesia dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PT Sony Indonesia, untuk mendukung gerakan Plastic Free Ocean Network oleh WWF-Indonesia.

Baca juga: Perusahaan dan Pemerintah Juga Harus Ikut Perangi Sampah Plastik

Disampaikan oleh Partnership Director WWF-Indonesia, Ade Swargo Mulyo, gerakan Plastic Free Ocean Network tersebut dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di dunia terutama Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan yaitu kampanye secara meluas mengenai bagaimana pengaruhnya sampah plastik tersebut terhadap kehidupan dan kesehatan sehari-hari masyarakat.

"Karena itu menjadi salah satu isu global yang memang harus ditangani bersama. Kita enggak bisa masing-masing negara itu punya inisiatif, tapi memang harus ada koordinasi global. PR yang sangat utama juga bagaimana menjalankan koordinasi tentang dampak sampah plastik ini, baik dari supplier (penjual) maupun dari sisi demand (kebutuhan)," kata Ade di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Baca juga: Menimbang Sampah Plastik yang Ditimbulkan dari Minuman Kekinian

Maka dari itu, WWF-Indonesia mengajak dan mendorong perusahaan ataupun produsen produk agar beralih untuk menyediakan barang tanpa menggunakan plastik. Dengan begitu, masyarakat sebagai konsumen akan beradaptasi dan terbiasa juga dengan perilaku tanpa plastik tersebut.

Selain itu juga bagaimana perusahaan-perusahaan itu mencari cara mendaur ulang limbah produk mereka.

Persoalan awal yang sering terjadi ialah bagaimana perusahaan atau produsen mau mengambil rrsiko secara konsisten perilaku tanpa plastik dengan pendekatan bisnisnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X