Tim Fisikawan Indonesia Ungkap Rahasia 140 Tahun dalam Elektronika

Kompas.com - 24/10/2019, 07:03 WIB
Penemuan ini akan berguna bagi riset teknologi semikonduktor, yang menjadi basis teknologi elektronika dan informatika saat ini. IBM RESEARCHPenemuan ini akan berguna bagi riset teknologi semikonduktor, yang menjadi basis teknologi elektronika dan informatika saat ini.

KOMPAS.com – Tim IBM yang dipimpin oleh Dr Oki Gunawan telah memecahkan misteri selama 140 tahun dalam fisika dan elektronika. Penemuan ini adalah tentang teknologi semikonduktor.

Dr Oki Gunawan merupakan alumni Tim Olimpiade Fisika Indonesia, yang juga menjadi Pembina dari Yayasan Simetri. Dr Oki Gunawan kini menjadi peneliti di IBM, New York.

Penemuan terbaru dari tim Dr Oki Gunawan adalah tentang teknologi semikonduktor, dan telah diterbitkan di jurnal yang sangat prestisius: Nature.

Baca juga: Ini Alasan Stephen Hawking Tak Pernah Dapat Nobel Fisika Semasa Hidup

Semikonduktor adalah salah satu teknologi paling berpengaruh di abad modern ini. Komputer, ponse, dan beragam perangkat elektronik bisa terwujud akibat adanya semikonduktor.

Pada 1879, fisikawan asal Amerika Edward Hall menciptakan Hall Effect. Penemuan ini memungkinkan kita untuk mengukur daya listrik di dalam konduktor. Ia menemukannya karena ladang magnet membelokkan daya listrik di dalam konduktor, sehingga kita bisa menghitung daya beloknya.

Angka pembelokan ini akan mendeskripsikan voltage perpendicular (atau transverse) pada daya listrik.

Para peneliti era modern menyadari bahwa mereka juga bisa menggunakan perhitungan Hall Effect menggunakan cahaya. Hal inilah yang disebut dengan Photo-Hall Experiment yang menciptakan beberapa bawaan (atau pasangan kutub electron) pada superkonduktor.

Baca juga: Dengan Sedikit Listrik, Anda Bisa Punya Sepotong Kekuatan Gundala

Sementara nilai voltase dari Hall menyediakan informasi krusial tentang bawaan pada semikonduktor, hal tersebut rupanya terbatas pada tipe dominan (atau mayoritas) pada bawaan semikonduktor tersebut.

Teknologi ini juga menjadi basis berkembangnya beragam teknologi modern lainnya seperti teknologi informasi, komputasi, dan komunikasi.

“Semikonduktor dipakai pada semua transistor, dan dipakai pada semua perangkat elektronik. Pada komputer dan ponsel, chip menjadi semikonduktor,” tutur Hendra Kwee, Ph.D., Pembina Olimpiade Fisika Indonesia dari Yayasan Simetri kepada Kompas.com, Rabu (23/10/2019).

Baca juga: Demi Pancake yang Sempurna, Ilmuwan Gunakan Konsep Fisika

Hendra menjelaskan bahwa semikonduktor terdiri dari dua jenis, positif (P) dan negatif (N). Sampai saat ini, kita hanya bisa menggunakan semikonduktor dengan tipe dominan.

“Sampai saat ini kita hanya menggunakan semikonduktor tipe dominan. Misal kalau yang dipakai tipe P, maka tidak ada tipe N. Orang hanya bisa dapat salah satu besarannya saja,” tutur ia.

Tapi penemuan tim IBM yang dipimpin oleh Dr Oki Gunawan, lanjut Hendra, kini bisa membawa tipe minoritas ke dalam semikonduktor tersebut. Metode itu bernama Carrier-Resolved Photo Hall (CRPH).

Dengan metode tersebut, informasi yang didapatkan semakin banyak. Kita kini bisa mengekstraksi informasi tentang seberapa besar bawaan mayoritas dan minoritas, berapa lama tipe bawaan tersebut akan bertahan, serta panjang dari difusi.

Faktanya, dibandingkan dengan tiga parameter yang menggunakan Hall Effect, CRPH bisa mengekstraksi tujuh parameter informasi sekaligus.

“Ini suatu hal yang sangat signifikan, karena teknik perhitungan semikonduktor yang ada sekarang belum akurat. Penemuan Dr Oki, timnya bisa mengukur secara lebih akurat dan bisa membawa muatan minoritas ke dalam tipe semikonduktor,” paparnya.

Baca juga: Banyak Orang Indonesia Anggap Fisika Susah, Inilah Sebabnya

Hendra menyebutkan usai penemuan ini, banyak hal lain yang bisa dikembangkan ke depannya.

“Mereka (tim peneliti) sudah punya rencana beberapa hal yang akan dikembangkan. Dan mereka sangat antusias. Penemuan kemarin seperti kotak pandora, membuka misteri yang belum terungkap,” tutupnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X