Hujan Buatan jadi Solusi Kabut Asap Riau, Begini Cara Membuatnya

Kompas.com - 17/09/2019, 17:51 WIB
Petugas gabungan berupaya memadamkan karhutla mendekati rumah warga di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang,  Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (17/9/2019). KOMPAS.COM/IDONPetugas gabungan berupaya memadamkan karhutla mendekati rumah warga di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (17/9/2019).

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT) dan TNI menggalakkan pembuatan hujan buatan untuk mengurangi titik panas di Riau dan Kalimantan.

Kepala Bidang Layanan Informasi Cuaca BMKG Ana Oktavia Setiowati mengatakan, pihaknya terus memantau pertumbuhan awan di lokasi kebakaran hutan.

"Sehingga begitu (menemukan) ada potensi (awan) untuk disemai, maka TNI akan langsung menyebarkan garam dengan rekomendasi dari BMKG," jelas Ana dihubungi Kompas.com, Selasa (17/9/2019).

Dalam pemberitaan sebelumnya, dijelaskan bahwa hujan buatan dapat efektif mengurangi kebakaran jika kelembapan udaranya di level 700 hPa atau lebih dari 75 persen.

Baca juga: Viral Gambar Peta Indonesia di Twitter, Ini Kata BMKG Soal Karhutla

Ana menjelaskan, meski Indonesia masih musim kemarau dan kecil kemungkinan hujan, secara lokal ada awan-awn yang bisa disemai untuk dijadikan hujan buatan.

"Awan-awan yang berpotensi (hujan) inilah yang dimonitor oleh BMKG," terang Ana.

"Secara umum memang kemarau, tapi secara lokal kita (BMKG) terus memantau dan memberikan informasi. Jadi begitu ada potensi, lansung disampaikan, sehingga langsung dilakukan teknologi modifikasi buatan atau hujan buatan oleh BPPT," jelas dia.

Ana menjelaskan, kategori awan yang bisa disemai dilihat dari kandungan uap air di atmosfer dan potensi pertumbuhan awannya.

Teknologi pembuatan hujan buatan

Ketika BMKG sudah mendapat informasi tentang awan yang berpotensi disemai, pihaknya akan segera melaporkan ke BPPT untuk tindak lanjut.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT sudah membuat hujan buatan sejak Februari lalu untuk memadamkan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk di Riau, kita sudah mulai (buat hujan buatan) sejak 26 Februari sampai 20 April 2019. Kemudian dilanjutkan dari 22 Mei sampai sekarang. Total sudah 131 (hujan buatan) yang kita laksanakan," kata Hammam dihubungi Kompas.com, Selasa (17/9/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X