Memahami Protes Franda dan Tren Pemberian Nama Unik untuk Anak

Kompas.com - 11/09/2019, 08:35 WIB
Pembawa acara Franda saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Pembawa acara Franda saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).

KOMPAS.com - Pembawa acara olahraga Franda protes karena nama anaknya, Zylvechia Ecclesie Heckenbucker, ditiru oleh penggemarnya. Hal ini segera menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial.

Seperti diberitakan Kompas.com, Franda diketahui melakukan protes pada akun instagram @zylvechia_kimberly. Dalam komentar, Franda merasa keberatan nama anaknya dipakai orang lain untuk menamai anak mereka.

"Aduh.. Lain kali mungkin bisa lebih kreatif. Saya bikin nama mikirinnya susah2 lhoo.. Cari nama yg bagus khusus buat anak saya. Lalu main dicomot aja sama orang lain buat namain anaknya," tulis Franda seperti dikutip Kompas.com.

Baca juga: WHO: Anak Milenial, Batasi Kebiasaan Pakai Alat Pemutar Audio!

Tak cukup sampai di situ, Franda juga mengirim pesan pribadi ke akun tersebut. Dia mengatakan, anak lain seakan tidak pantas menggunakan nama Zylevechia.

Menurut keterangan ayah Zylvechia Kimberly, nama itu dipilih setelah berdebat dengan sang istri yang merupakan penggemar Franda.

"Kita sama sekali nggak menyangka kalo nama ini akan berakibat dengan ketidak senangan si publik figur. intinya dari cerita ini hanya karna istri saya ngefans. Serendah apa anak kami sehingga dianggap tidak layak memakai nama Zylvechia," tulis ayah Zylvechia Kimberly.

Tren nama anak publik figur

Nama unik dan langka di kalangan publik figur bukan barang baru. Bukan cuma Franda, publik figur Internasional dan dalam negeri juga memberi nama spesial untuk anak mereka.

Secara khusus New York Time pernah menulis artikel tentang penamaan anak bintang Hollywood yang unik dan langka.

Dalam tulisan edisi 16 April 2006 itu ditulis, penamaan anak bagi bintang terkenal merupakan jendela menuju jiwa.

"Mungkin secara tidak sadar, para bintang memanfaatkan kesempatan menjadi orangtua untuk mengungkapkan obsesi, ambisi, dan keinginan yang tak pernah tersampaikan ketika menjalani dunia hiburan," ungkap psikolog saat itu.

Ketika suatu nama yang sangat pribadi disematkan untuk anak, hal ini disebut psikolog berhasil memuaskan ketertarikan tertentu dalam diri orangtua.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X