Menurut WHO, Djarum Memang Tidak Boleh Sponsori Event Olahraga

Kompas.com - 09/09/2019, 11:39 WIB
Para peserta mengikuti tahap screening pada hari pertama pelaksanaan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 di Sasana Krida GOR Satria, Purwokerto, Minggu (8/9/2019) KOMPAS.com/FAISHAL RAIHANPara peserta mengikuti tahap screening pada hari pertama pelaksanaan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 di Sasana Krida GOR Satria, Purwokerto, Minggu (8/9/2019)

Untuk diketahui, alasan PB Djarum menghentikan audisi beasiswa bulu tangkis adalah tudingan eksploitasi anak.

Eksploitasi anak

Seperti diberitakan Kompas.com dalam artikel berjudul PB Djarum Hentikan Audisi 2020, Apa yang Dimaksud Eksploitasi Anak?, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menjelaskan, suatu lembaga dinyatakan mengeksploitasi anak bila menggunakan anak sebagai iklan.

Hal ini pun dimuat dalam Undang-undang No. 35 Tahun 2004 yang berbunyi, menggunakan badan anak sebagai iklan itu adalah eksploitasi.

Dalam kesempatan wawancara dengan Kompas.com, Kak Seto menegaskan anak-anak tidak boleh dijadikan alat untuk sponsor atau iklan, terlebih hal yang diiklankan adalah produk yang membahayakan kehidupan manusia, yakni rokok.

Cross promotion

Berkaitan dengan iklan rokok tersebut, Dr dr Tan Shot Yen, M. Hum Ahli Gizi Komunitas mengkritisi bahwa apa yang dilakukan oleh PB Djarum termasuk dalam cross promotion.

Cross promotion atau promosi silang merupakan bentuk promosi di mana konsumen dari suatu produk dikaitkan dengan iklan produk lain.

Dari kasus ini, Tan berharap masyarakat dapat melek dengan istilah cross promotion.

Pasalnya, promosi silang kadang membuat pikiran seseorang secara tidak sadar berdampak pada pilihan orang selanjutnya.

Tan berkata, iklan pada dasarnya akan membentuk opini publik. Produk mana yang bagus, mana yang dibutuhkan, dan bahkan kadang membentuk rasa bersalah jika kita punya pandangan negatif tergadap produk tersebut.

"Persis seperti publik merasa beasiswa dan bibit unggul terancam karena konotasi Djarum yang sebenarnya perusahaan rokok itu dikaitkan dengan pendidikan atlet," ungkap Tan kepada Kompas.com, Senin (9/9/2019).

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber WHO
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X