Menurut WHO, Djarum Memang Tidak Boleh Sponsori Event Olahraga

Kompas.com - 09/09/2019, 11:39 WIB
Para peserta mengikuti tahap screening pada hari pertama pelaksanaan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 di Sasana Krida GOR Satria, Purwokerto, Minggu (8/9/2019) KOMPAS.com/FAISHAL RAIHANPara peserta mengikuti tahap screening pada hari pertama pelaksanaan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 di Sasana Krida GOR Satria, Purwokerto, Minggu (8/9/2019)

KOMPAS.com - PB Djarum berencana menghentikan audisi umum beasiswa bulu tangkis tahun depan. Hal ini tentu saja mendapat sorotan masyarakat dan sejumlah pihak, mengingat selama ini perusahaan rokok tersebut dianggap sebagai salah satu pencetak pebulu tangkis andalan Indonesia.

Jauh sebelum kasus ini muncul di Indonesia, WHO telah melarang keras promosi produk rokok dalam bentuk apapun, termasuk sebagai sponsor event.

WHO mengatakan, untuk menjual produk yang membunuh setengah dari penggunanya, perusahaan tembakau membutuhkan pemasaran ekstra.

Selain menjual produk secara terang-terangan, banyak perusahaan rokok di dunia menjadi promotor paling manipulatif di dunia.

Baca juga: Kronologi Polemik Audisi Umum PB Djarum Versi KPAI

Hal-hal seperti yang dilakukan Djarum lewat beasiswa bulu tangkis, disebut WHO, merupakan upaya untuk membujuk orang yang tidak merokok untuk memulai merokok.

"Anak muda sangat rentan menjadi pengguna tembakau, dan setelah kecanduan, kemungkinan besar akan menjadi pelanggan tetap (tembakau) selama bertahun-tahun," tulis WHO dalam laporan WHO Report on the global tobacco epidemic yang terbit tahun 2013.

WHO juga menyebut, iklan rokok apapun bentuknya, dapat meningkatkan rasa ingin tahu anak muda tentang rokok. Anak-anak yang belum terpapar rokok sangat mungkin menganggap rokok tidak berbahaya dan memicu mereka untuk mulai mencoba rokok.

WHO menuliskan, iklan rokok apapun jenisnya berhubungan dengan peningkatan konsumsi rokok di kalangan remaja.

"Oleh sebab itu, tujuan larangan segala iklan rokok sepenuhnya untuk menghilangkan pesan berbau iklan dari para industri tembakau," tulis WHO.

Hal inilah yang dikhawatirkan para ahli, termasuk KPAI.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber WHO
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X