Jangan Abaikan Anak Autis, Lakukan Diagnosa Dini dan Gali Potensinya

Kompas.com - 25/08/2019, 10:24 WIB
Dian Sastro mengajak anaknya Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo naik ke atas panggung dalam acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2019). KOMPAS.com/IRA GITA NATALIA SEMBIRINGDian Sastro mengajak anaknya Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo naik ke atas panggung dalam acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2019).

KOMPAS.com- Banyak anak dengan autisme yang diabaikan oleh orang sekitar karena dianggap memiliki tingkah aneh atau berbeda dibanding orang lain.

Lantas, bagaimana seharusnya sikap orang tua dan lingkungan terhadap anak-anak penderita gangguan perkembangan autisme ini?

Ketua Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI), Dr Gayatri Pamoedji dalam acara special kids expo (Spekix), di Jakarta (23/8/2019) menjelaskan bahwa anak-anak autisme memiliki potensi besar. Mereka dapat dikatakan jenius, asal dilakukan dilakukan penanganan yang tepat.

"Kunci utama dari suksesnya penanganan anak-anak autisme dan kebutuhan khusus lainnya terletak pada kita yang sadar dan kita yang memulai untuk membantu mereka mengontrol diri, pikiran, serta cara berkomunikasi mereka," kata Gayatri.

Baca juga: 7 Ciri Autisme seperti yang Diidap Anak Dian Sastro

Tiga pilar yang harus diperhatikan

Gayatri mangatakan, ada 3 pilar yang perlu diperhatikan agar anak pengidap autisme bisa segera mendapat penanganan terpadu .

1. Diagnosa awal

Masa emas perkembangan anak adalah 5 tahun pertama. Jadi, peran otangtua adalah memperhatikan betul tumbuh kembang anak.

Dalam persoalan sederhana, misal ketika ibu menyusui, coba perhatikan tatapan mata si bayi.

Umumnya bayi ketika menyusui akan menoleh ke arah ibu. Jika hal ini tidak dilakukan, cobalah untuk mengantisipasi dengan mendiagnosa hal atau ciri-ciri autisme lainnya dari anak tersebut.

"Jadi, sebagai orangtua, kalau sudah melihat ada keganjilan bahkan di tumbuh kembang masa emas 5 tahun awal si anak, enggak usah pakai tunggu seolah berpikir positif setiap anak berbeda, mungkin anak begini-begitulah. Saran saya langsunglah periksa dan bawa ke ahlinya," kata Gayatri.

Ada tiga gejala umum yang bisa didiagnosis orangtua di rumah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X