Kompas.com - 23/07/2019, 17:33 WIB
Tanaman Lidah Mertua atau Sansevieria Trifasciata ShutterstockTanaman Lidah Mertua atau Sansevieria Trifasciata

"Beri tilang atau tindakan tegas pada kendaraan umum dan pribadi yang masih ngebul knalpotnya," ujar Bondan.

Baca juga: Dibilang Pemprov DKI Atasi Polusi, Faktanya Lidah Mertua Baru Ampuh Basmi Bau Amis

2. Hujan buatan

Cara lain yang akan ditempuh untuk mengatasi polusi udara Jakarta yakni hujan buatan.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan membuat hujan buatan dengan teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang direncanakan dilakukan pada pertengahan Bulan Juli.

"Gubernur DKI Jakarta sudah beri lampu hijau dan meminta agar TMC dilaksanakan paling cepat setelah tanggal 10 Juli dan paling lambat sebelum periode anak sekolah masuk pasca-libur," tutur Kepala BPPT Hammam Riza.

Meskipun begitu, Anies menuturkan jika TMC masih dalam pengkajian.

Hujan buatan ini didukung oleh TNI AU Skuadron 4 Lanud Abdurachman Saleh, Malang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terdapat beberapa opsi skenario, seperti menyemai awan dengan garam NaCL, menghilangkan lapisan inversi menggunakan dry ice, dan melakukan penyemprotan air dengan pesawat dari darat ke atmosfer.

Baca juga: Anies Sebut BPPT Offside Menyampaikan Rencana Hujan Buatan di Jakarta

Hujan buatan untuk atasi polusi udara juga pernah dicanangkan India, Korea Selatan, dan China. Namun, solusi tersebut tetap tidak bisa menyelesaikan persoalan polutan.

Hingga saat ini belum ada bukti kuat yang mengungkap gagasan ini berhasil.

Melansir Science Alert, (9/3/2019), hujan buatan mungkin dapat membersihkan udara dari partikel polusi, tapi sejauh mana dan seberapa efektif hal itu masih diselidiki para ilmuwan.

Bondan Ariyanu, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia berkata, gagasan hujan buatan yang direncanakan Pemprov DKI mungkin meniru Korea Selatan dan China.

"Yah... Namun tetap harus ada aksi nyata soal pengendalian sumber polutan," ungkap Bondan kepada Kompas.com, Selasa (23/7/2019).

3. Uji emisi

Pemprov DKI Jakarta mencanangkan adanya uji emisi kendaraan di tahun 2020.

Uji emisi ini diharapkan dapat meminimalisir polusi dan buruknya kualitas udara Jakarta, di mana kendaraan bermotor menyumbang dalam permasalahan ini.

Disebutkan, uji emisi berlaku untuk semua kendaraan, baik berpelat nomor asli Jakarta atau luar daerah.

Jika kendaraan tak lolos uji emisi, Pemprov DKI Jakarta dikabarkan akan menaikkan biaya parkir.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.