Kompas.com - 07/02/2019, 17:03 WIB

KOMPAS.com - Gempa Donggala dan Tsunami Palu yang terjadi 28 September 2018 terus dikaji oleh para ilmuwan di seluruh dunia.

Bagaimanapun, gempa Palu yang menewaskan lebih dari 2.000 orang memiliki segudang misteri untuk dikaji secara ilmiah.

Selain gempa berkekuatan 7,4 magnitudo dan disusul tsunami, fenomena likuefaksi juga muncul di Petobo, Palu.

Berikut beberapa fakta ilmiah yang sudah berhasil diungkap para ahli tentang bencana mematikan di Palu, Sulawesi Tengah.

1. Waktu Tsunami

Teka-teki paling besar yang berhasil dipecahkan sepekan pasca bencana adalah waktu pasti terjadinya tsunami yang menghantam Palu.

Berdasar data yang diperoleh BIG dari stasiun pasang surut di Pantoloan, Palu, diketahui air surut maksimal terjadi Jumat (28/9/2018) pukul 18.08 WITA dan pasang maksimal terjadi pukul 18.10 WITA.

Artinya, tsunami Palu muncul berselang 8 menit setelah gempa.

Baca juga: Kini Terungkap, Tsunami Palu Menerjang Hanya 8 Menit Setelah Gempa!

2. Ketinggian Tsunami

Berdasarkan data dari stasiun yang sama, para ahli berhasil memperkirakan ketinggian tsunami yang menerjang kota Palu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.