Kompas.com - 07/02/2019, 17:03 WIB
Dampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Kampung Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kapal Sabuk Nusantara 39 sampai terdampar ke daratan. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMODampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Kampung Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kapal Sabuk Nusantara 39 sampai terdampar ke daratan.

Menurut Widjo Kongko, ahli tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), tinggi tsunami dipastikan 3,6 meter.

Baca juga: Sempat Simpang Siur, Begini Perhitungan Ketinggian Asli Tsunami Palu

3. 6 menit jelang tsunami Palu

Ahli tsunami Dr. Eng. Hamzah Latief dari Kelompok Keahlian Osealografi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB) menangkap momen 6 menit jelang tsunami.

Hamzah menyebut, tsunami diawali dengan gempa yang dipicu strike-slip Patahan Palu Koro.

Guncangan itu menyebabkan longsoran sedimen yang oleh aliran sungai dikumpulkan di muara. Ketika lempeng bergerak, sedimen tersebut meluncur jatuh dan menimbulkan tsunami.

Baca juga: Pulang Survei, Ahli ITB Ungkap Kejadian 6 Menit Jelang Tsunami Palu

4. Petunjuk penting soal Tsunami Palu tersimpan di dasar laut

Dalam pertemuan Persatuan Geofisika Amerika di Washington DC 10-14 Desember 2018, para ahli mengungkap setelah gempa besar mengguncang Donggala dan sekitarnya, terjadi penurunan signifikan di dasar laut.

Penurunan signifikan itu diyakini menyebabkan air bergerak secara tiba-tiba menerjang daratan dan menimbulkan tsunami.

Baca juga: Petunjuk Penting soal Tsunami Palu Ditemukan di Dasar Laut, Apa Itu?

5. Gempa Palu resmi dinyatakan fenomena supershear langka

Dua studi yang terbit di Nature Geoscience mengungkap peristiwa di Sulawesi Tengah merupakan gempa supershear langka.

Ini adalah gempa berkekuatan sangat cepat yang bisa menimbulkan efek seperti ledakan sonik.

Baca juga: Gempa Palu Resmi Dinyatakan Fenomena Supershear Langka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.