Di Balik Tsunami Palu, Kontroversi Ahli Asing dan Pemerintah Mencuat

Kompas.com - 18/10/2018, 08:56 WIB
Kondisi di Petobo Baru, Palu Selatan, Kota Palu, Senin (15/10/2018). Dok. Humas Pemprov Jawa TengahKondisi di Petobo Baru, Palu Selatan, Kota Palu, Senin (15/10/2018).


KOMPAS.com - 19 hari pasca gempa Donggala dan tsunami Palu yang menewaskan lebih dari 2.000 orang, beberapa peneliti asing mengaku sulit mendapat akses untuk meneliti lokasi bencana. Padahal mereka berburu dengan waktu untuk bisa melakukan investigasi sebelum data dan bukti lenyap.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia mengaku telah mempercepat proses perijinan bagi ahli tsunami asing yang ingin melakukan survei di Indonesia. Mereka pun mengatakan semua syarat dan prosedur yang diterapakn telah dibuat sejak beberapa tahun terakhir.

Berburu dengan waktu

Salah satu ahli tsunami yang ingin meninjau lokasi bencana secara langsung adalah Philip Liu. Peneliti asal National University of Singapore itu mengaku tak memiliki banyak waktu lagi untuk bisa mengumpulkan data.

Baca juga: Pulang Survei, Ahli ITB Ungkap Kejadian 6 Menit Jelang Tsunami Palu

"Untuk mendapatkan izin, ternyata butuh waktu sampai berbulan-bulan," kata Philip Liu dilansir Nature, Selasa (16/10/2018).

Ribetnya urusan administrasi akhirnya melunturkan niat Liu untuk meneliti jejak gempa dan tsunami di Palu.

Hal serupa juga dialami sekelompok tim yang dipimpin Costas Synolakis, ahli tsunami dari University of Southern California di Los Angeles.

Seminggu pasca tsunami, ia dan timnya langsung menuju Singapura dengan harapan bisa cepat sampai Indonesia.

Harapan itu menipis ketika mereka harus menunggu izin dan visa penelitian.

Synolakis yang sampai saat ini masih ada di Singapura untuk menunggu izin tersebut berkata bahwa ada beberapa syarat yang diajukan Pemerintah Indonesia untuk melakukan penelitian.

Syarat itu antara lain menyerahkan detail rencana survei dan proposal penelitian termasuk bekerja sama dengan orang lokal.

Seingatnya, aturan seperti ini tidak ada sebelumnya dan hal tersebut membuatnya menunda penelitian sampai beberapa minggu ke depan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Nature
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X