Penemuan yang Mengubah Dunia: Permen, Mulanya Persembahan untuk Dewa

Kompas.com - 13/09/2018, 21:18 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Permen merupakan salah satu kudapan yang disukai hampir semua orang. Mulai dari anak-anak hingga orang tua menyukai penganan ini karena rasanya yang manis.

Rasa manis inilah yang membuat permen menjadi bentuk lain konsumsi gula oleh manusia. Namun, tahukah Anda permen punya sejarah dan budaya panjang hingga berbentuk seperti saat ini?

Sejarah permen tidak luput dari perkembangan rasa manis.

Mulanya manusia mengenal rasa manis dari madu. Hal ini terlihat dari lukisan gua di Spanyol yang menggambarkan seorang pria menyendoki madu dari sarang lebah.

Lukisan yang berasal dari tahun 6000 sebelum masehi (SM) itu menunjukkan gambar orang yang memanjat pohon dan berjuang melawan lebah.

Selanjutnya, manusia mulai mengenal "buluh yang menghasilkan madu tanpa lebah" yaitu tebu. Merunut sejarah, tebu pertama kali ditemukan di Asia Tenggara, tepatnya Papua Nuigini.

Tanaman ini kemudian menyebar ke India. Negara inilah yang pertama kali yang memproduksi gula dengan merebus air perasan tebu.

Selain menjadi gula, air perasan tebu tersebut juga dioleh menjadi "khanda". Kata khanda dalam bahasa Sansekerta ini kemudian menjadi etimologi kata candy atau permen dalam bahasa Indonesia.

Meski asal katanya dari Sansekerta, permen pertama sebenarnya dibuat oleh masyarakat Mesir kuno sekitar tahun 2000 SM. Saat itu, permen digunakan dalam berbagai upacara untuk menyembah dewa dan dewi.

Permen yang dibuat ketika itu menggunakan madu, buah ara, kacang, kurma, dan rempah-rempah.

Baca juga: Mirip Permen, Benda Berwarna-warni Ini Telur Laba-laba Beracun

Di waktu bersamaan, orang Yunani juga membuat manisan dari buah, batang, dan bunga. Sedangkan rasa manisnya diperoleh dari sirup buah ara atau kurma.

Di belahan bumi lain, orang Romawi dan China membuat gula-gula dengan madu yang dipanaskan dalam oven.

Halaman:



Close Ads X