Puisi Odyssey, Salinan Karya Sastra Tertua dari Yunani Kuno Ditemukan

Kompas.com - 17/07/2018, 18:03 WIB
Salinan tertua puisi Odyssey, mahakarya Homer alias Homeros ditemukan. Ini adalah catatan penting untuk dunia sastra dan sejarah dunia. Salinan tertua puisi Odyssey, mahakarya Homer alias Homeros ditemukan. Ini adalah catatan penting untuk dunia sastra dan sejarah dunia.

KOMPAS.com - Di antara puing-puing kuil kuno di Yunani, para arkeolog menemukan benda penting untuk dunia kesastraan dan sejarah. Mereka menemukan lempengan tanah liat yang berisi salinan tertua puisi Odyssey, mahakarya Homer alias Homeros.

Homerus adalah penyair buta ternama dari Ionia yang semasa hidupnya telah menuliskan kisah-kisah epik, salah satunya Odyssey yang mengisahkan Perang Troya.

Menurut Kementerian Kebudayaan Yunani, analisis awal menunjukkan lempengan itu dibuat sekitar abad ke-3 Masehi pada era Romawi.

Namun ini masih dugaan, sebab hingga saat ini tim arkeolog belum memastikannya dengan teknik ilmiah.

Baca juga: Sapardi Djoko Damono: Puisi Masa Depan Mungkin Bentuknya Gambar

Tim arkeolog menemukan lempengan ini di dekat kuil Zeus yang sudah hancur dekat kota kuna Olympia, bagian selatan Yunani.

Temuan ini merupakan hasil dari penggalian selama tiga tahun yang dilakukan Greek Archaelogical Service Agency dan German Institute of Archeology.

Dilansir IFL Science, Rabu (11/7/2018), lempengan itu berisikan 13 bait puisi yang mengisahkan tentang Odysseus, raja Ithaka sekaligus pahlawan Yunani dalam perjalanan pulangnya kembali ke Ithaka setelah Perang Troya.

Para ahli meyakini Homeros sudah mulai menulis puisinya di akhir abad ke-8 SM.

Bukan karya sembarangan, Odyssey adalah kisah tak lekang oleh waktu dan disebut sebagai karya sastra Barat tertua kedua.

Dalam karyanya, Homeros tidak menuliskan kisah picisan yang mengangkat petualangan seorang tokoh.

Lebih dari itu, puisi-puisinya yang berjumlah sekitar 12.000 baris mendokumentasikan peristiwa besar di masa lalu. Ia menceritakan perang Troya dan lengsernya kota Troy di abad ke-13 SM, salah satu peristiwa penting di era Yunani Kuno.

Sebab itulah, temuan lempengan ini sangat penting untuk literatur sejarah dunia.

Baca juga: Wajah Remaja dari Zaman Yunani Kuno Tersingkap, Begini Rupanya

Sebagai catatan, kisah-kisah Odyssey disebarkan secara lisan oleh para pendengar dan kemungkinan ada perubahan dalam setiap kisah sangat mungkin terjadi.

Dengan penemuan ini, maka kita semakin dekat dengan cerita asli atau setidaknya seperti saat kisah itu pertama kali ditulis.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X