Sempat Tersisih, Ternyata Benda Kecil Ini Artefak Kuno Yunani - Kompas.com

Sempat Tersisih, Ternyata Benda Kecil Ini Artefak Kuno Yunani

Gloria Setyvani Putri
Kompas.com - 11/11/2017, 19:36 WIB
Disebut Pylos Combat Agate, batu permata (akik) yang diukir dengan desain yang bisa dicap pada tanah liat atau lilin. Disebut Pylos Combat Agate, batu permata (akik) yang diukir dengan desain yang bisa dicap pada tanah liat atau lilin.

KOMPAS.com - Tugas arkeolog adalah menemukan benda-benda berharga peninggalan masa lalu. Namun tugas ini tak mudah, sering kali benda berharga tak langsung didikenali. Seperti yang terjadi pada para arkeolog yang menemukan artefak Yunani ini.

Dua tahun lalu, para arkeolog menggali kuburan kuno di Pylos, barat daya Yunani. Mereka mengeluarkan benda yang dipenuhi kapur yang panjangnya kurang dari 4 sentimeter. Sekilas, benda ini mirip manik-manik berukuran besar.

Saat itu, mereka meninggalkan benda itu dan fokus mencari benda yang berukuran lebih besar dan menonjol. Seperti cincin emas yang dikubur dalam kuburan.

Tapi kemudian, seorang konservator menghapus kapur dari benda kecil itu, ternyata ada sesuatu yang spesial dari benda tersebut, yaitu batu segel. Batu tersebut adalah permata (akik) yang diukir dengan desain yang bisa dicap pada tanah liat atau lilin.

Baca Juga: Mengapa Orang Yunani Kuno Sengaja Bangun Kuil di Lokasi Gempa?

Gambar dalam segel batu itu pun sangat mencolok. Seorang pejuang tengah bertarung mengalahkan dua orang lainnya. Ukiran gambar ini sangat detail dan bagus.

Beberapa bagian hampir tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Gambar ini lebih mudah dilihat setelah ditangkap dalam gambar yang berskala besar.

"Detail gambarnya sangat menakjubkan, apalagi mengingat ukurannya. Sangat estetis. Ini adalah mahakarya seni miniatur," kata John Bennet, direktur lembaga arkeologi British School di Athens, seperti dilansir dari New York Times, Selasa (7/11/2017).

"Adegan tempur menakjubkan pada batu segel adalah mahakarya terbesar dari seni Aegean. Benda ini dapat dibandingkan dengan karya Michelangelo yang ada di Metropolitan Museum of Art," ujar Malcolm H. Wiener, ahli prasejarah Aegean.

Batu ini berasal dari kuburan tidak tersentuh yang ada di dekat istana kuno Pylos. Kuburan ini ditemukan pada Mei 2015 oleh Dr. Jack L. Davis dan Dr. Sharon R. Stocker, arkeolog dari Universitas Cincinnati. Mereka sudah menggali Pylos lebih dari 25 tahun.

"Setelah dibersihkan, kegembiraan kami meningkat saat sadar telah menemukan sebuah mahakarya," tulis keduanya dalam jurnal Hesperia.

Ada dua hal yang membuat penasaran dari batu ini. Pertama, mengapa ukirannya bisa sangat detail. Sedangkan yang kedua, adegan pertempuran itu mengingatkan pada karya sastra Homer yang berjudul Iliad dan Odisseia.

Hal ini menggambarkan peristiwa yang berkontribusi pada tradisi lisan di balik karya Homer. (Iliad dan Odisseia merupakan dua puisi utama Yunani yang ditulis oleh Homeros, seorang penyair buta, red).

Baca Juga: Arkeolog Temukan Ruang Rahasia Sebesar Pesawat di Piramida Giza

Pemilik batu segel ini berjuluk Griffin Warrior, terbukti dengan gambar binatang mitos yang ada di dalam kuburnya. Dia dikuburkan sekitar tahun 1450 SM dan sebelumnya hidup pada masa kritis ketika peradaban Minoan di Kreta dipindahkan ke kota-kota Yunani.

Kepala suku setempat, seperti Griffin warrior, menggunakan barang berharga dari Kreta untuk mengumumkan keanggotaan mereka pada elit berbahasa Yunani dari peradaban Mycenaean awal, yang pertama di Eropa.

Keturunan mereka, sekitar satu abad kemudian membangun istana di Pylos, Mycenae, dan Tirtyns. Tempat-tempat ini juga disebut dalam karya Homer.

The Pylos Combat Agate setelah digali. Arkeolog awalnya mengesampingkannya untuk fokus pada benda lain yang lebih mencolok di lokasi makam. The Pylos Combat Agate setelah digali. Arkeolog awalnya mengesampingkannya untuk fokus pada benda lain yang lebih mencolok di lokasi makam.

Dr. Davis dan Dr. Stocker percaya bahwa batu segel itu, seperti benda-benda lain di kuburan Griffin Warrior, dibuat di Kreta. Sebab, benda yang memiliki kualitas seperti ini tidak diproduksi di daerah lain.

Mereka menduga, benda itu dibuat dengan menggunakan alat pembesar. Tapi, belum ada alat pembesar yang ditemukan pada zaman tersebut. Kemudian, kedua penemu itu berspekulasi bahwa pembuatnya adalah seorang rabun jauh.

Fritz Blakolmer, pakar seni Aegeann dari Universitas Wina, berpendapat bahwa batu segel itu merupakan salinan miniatur dari benda yang jauh lebih besar yang dibuat dengan bantuan kaca pembesar. Seperti lukisan dinding yang dihiasi semen yang pernah ditemukan di Istana Knossos di Kreta. Dia meragukan orang-orang pada zaman itu memiliki penglihatan yang lebih tajam dibanding saat ini.

Baca Juga: Teliti Jejak Prasejarah Gunung Kidul, Arkeolog Pindai Gua Braholo

Ukiran yang dipahat di batu akik ini memperlihatkan kemenangan pahlawan yang berhasil membunuh musuh dan prajurit lain terbaring mati. Batu ini dipasang sebagai hiasan di pergelangan tangan layaknya jam tangan.

Kedua prajurit yang kalah diduga kelompok yang sama. Sebab, keduanya mengenakan jubah tempur dengan motif yang sama, sementara sang pahlawan tidak.

Adegan ini merepresentasikan acara yang sudah biasa dan familiar untuk orang Mino yang membuat batu dan komunitas Griffin Warrior.

Relevansi batu ini sesuai dengan karya Homer yang menarik namun sulit dipahami. Arkeolog awal, seperti Heinrich Schliemann yang menggali Troy dan Mycenae pertama kali, percaya bahwa Iliad menceritakan kejadian sejarah dan membuktikannya dengan temuan artefak yang mereka temukan.

Puisi Homer ditulis pertama kali sekitar 700 SM dan Griffin Warrior dimakamkan sekitar 1450 SM. Meski jauh, ada beberapa bukti bahwa tradisi lisan di balik karya Homer merupakan sistem penulisan bahasa Yunani yang pertama.

"Masalah rima dalam puisi Homer dapat dipecahkan jika Anda kembali ke bentuk bahasa Yunani kuno yang sesuai dengan dialek yang tercatat dalam dokumen Linear B (1450 SM)," ujar benner dari British School di Athena.

Dari sini diketahui bahwa tradisi lisan yang mengarah ke karya Homer telah ada lebih dari tujuh abad.

"Kami tidak menyebut ini representasi dari karya Homer. Tapi gambar adalah bagian dari siklus cerita yang akrab bagi Mycenaeans dan Minoans," kata Stocker.

Baca Juga: 139 Negara Diperkirakan Mampu Tinggalkan Energi Fosil pada 2050

PenulisGloria Setyvani Putri
EditorResa Eka Ayu Sartika
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM