Kompas.com - 17/07/2018, 17:02 WIB
Zhaoyu Zhu, seorang profesor dari Institut Geokimia Guangzhou yang memimpin ekspedisi pemcarian artefak di China menunjukkan pecahan batu yang ditemukan di situs arkeologi Dataran Tinggi Loess di China pada 28 Februari 2018. Batu ini dipercaya sebagai peralatan yang dibawa manusia purba ke China. Zhaoyu Zhu, seorang profesor dari Institut Geokimia Guangzhou yang memimpin ekspedisi pemcarian artefak di China menunjukkan pecahan batu yang ditemukan di situs arkeologi Dataran Tinggi Loess di China pada 28 Februari 2018. Batu ini dipercaya sebagai peralatan yang dibawa manusia purba ke China.

KOMPAS.com - Peralatan dari batu yang ditemukan di China mungkin akan mengubah sejarah evolusi manusia. Sebab, benda itu diyakini dibawa oleh manusia purba saat bermigrasi keluar dari Afrika. Bukti ini menunjukkan, manusia bermigrasi lebih awal dari yang kita kira.

Hingga kini, bukti tertua manusia purba ke luar dari Afrika adalah temuan artefak berusia 1,8 juta tahun yang ditemukan di kota Georgia, Dmanisi.

Sedangkan peralatan batu yang ditemukan di China diprediksi berusia 250.000 tahun lebih tua dibanding bukti dari kota Georgia.

Baca juga: Rangka Manusia Ketiban Batu Ungkap Jejak Letusan Vesuvius di Pompeii

"Ini akan menjadi cerita baru. Artinya manusia purba meninggalkan Afrika lebih awal dari yang kita kira," kata arkeolog Michael Petraglia dari Institut Max Planck, di Jena, Jerman, yang tidak berpartisipasi dalam temuan tersebut dilansir Time, Kamis (12/7/2018).

Menurut para ahli, manusia purba yang pertama menetap di China adalah spesies sebelum Homo sapiens muncul. Peneliti percaya, alat-alat itu dibuat oleh kelompok evolusi Homo yang lain.

Adapun alat-alat yang ditemukan berupa batu yang retak, pecahan-pecahan, dan batu palu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

96 artefak ditemukan di sekitar kawasan Dataran Tinggi Loess, sebelah utara pegunungan Qinling yang memisahkan China Utara dan China Selatan.

Dalam penelitian yang terbit di jurnal Nature, Rabu (11/7/2018), beberapa batuan berusia sekitar 2,1 juta tahun.

"Kami sangat gembira dengan temuan ini. Salah satu rekan saya menemukan batu yang tertanam dalam tanah yang curam. Setelah itu satu per satu artefak lain ditemukan," ujar Zhaoyu Zhu, profesor di Institut Geokimia Guangzhou yang memimpin penelitian.

Alat-alat itu ditemukan di seluruh lapisan tanah, artinya keluarga manusia purba yang belum dikenali spesiesnya itu kerap kembali ke situs yang sama berulang kali, mungkin saat mereka berburu mengikuti hewan.

Halaman:


Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.