Ukiran Batu Ungkap Masa Lalu Jazirah Arab yang bak Taman Eden - Kompas.com

Ukiran Batu Ungkap Masa Lalu Jazirah Arab yang bak Taman Eden

Kompas.com - 15/02/2018, 17:04 WIB
Ukiran di Jubbah dan Shuwaymis, Saudi Arabia, yang dibuat pada 8.000 SM ini menunjukkan berbagai satwa yang dikira tidak pernah ada di Jazirah Arab sebelumnya.Maria Guagnin Ukiran di Jubbah dan Shuwaymis, Saudi Arabia, yang dibuat pada 8.000 SM ini menunjukkan berbagai satwa yang dikira tidak pernah ada di Jazirah Arab sebelumnya.

KOMPAS.com – 6.600 ukiran batu di situs UNESCO Jubbah dan Shuwaymis, Arab Saudi, membuktikan bahwa area tersebut pernah menjadi surga bagi tanaman dan hewan hingga sekitar 6.000 tahun yang lalu.

Beberapa ukiran yang dibuat pada 8.000 SM bahkan menunjukkan satwa-satwa yang sebelumnya tidak pernah diketahui ada di wilayah tersebut.

Temuan ini telah dipublikasikan oleh para peneliti dari Max Planck Institute for the Science of Human History di Journal of Biogeography.

Para peneliti mengamati 6.618 ukiran batu untuk mencari tahu lebih dalam mengenai kehidupan lampau di jazirah Arab.

Baca juga : Inikah Lukisan Anjing Tertua di Dunia?

Mereka menemukan gambar antelop yang kemudian diidentifikasikan sebagai Tragelaphus imberbis berdasarkan tanduknya yang melingkar. Padahal, hewan ini dikira tidak pernah meninggalkan Afrika.

Selain itu, para peneliti juga menemukan auroch (sejenis ternak purba yang menyerupai bison), unta liar, dan keledai Afrika.

Berdasarkan gambar-gambar ini, para peneliti meyakini bahwa di masa lalu, jazirah Arab menghijau ketika musim hujan. Air yang melimpah bahkan membentuk sungai-sungai di daerah Shuwaymis yang berbukit-bukit, barat laut Saudi Arab, dan danau-danau di Jubbah.

Para peneliti menulis, pengetahuan kita tentang distribu spesies hewan di zaman prasejarah sangat bergantung pada situs-situs penggalian arkeologi dan paleontologi. Dengan tidak adanya sisa fauna yang dapat digali, banyak spesies yang kini ada di Levant dan Afrika Utara dianggap tidak pernah ada di Jazirah Arab.

Baca juga : Bagaimana Teknologi Foto Udara Menguak Misteri Struktur Kuno di Arab?

“Kini, kita mengeksplorasi representasi empat spesies yang bisa diidentifikasi dari ukiran batu, tetapi tidak pernah dilaporkan sebelumnya di barat laut Arab,” imbuh mereka.

Sebelumnya, para peneliti juga mengungkap ukiran yang menunjukkan seorang pemburu sedang menarik panahnya dan dikelilingi oleh 13 anjing. Ukiran ini kini dianggap sebagai gambaran anjing tertua di dunia.

Secara total, para peneliti telah menemukan hampir 7.000 gambar manusia dan hewan di Shuwaymis dan Jubbah. 349 di antaranya menggambarkan anjing.


Komentar
Close Ads X