Kompas.com - 31/05/2018, 10:39 WIB

KOMPAS.com - Tim arkeolog Parco Archeologico yang meneliti kawasan Pompeii, Italia, baru saja menemukan kerangka manusia yang tewas saat menyelamatkan diri dari erupsi gunung Vesuvius, 79 M atau 2.000 tahun silam.

Nahasnya, kerangka yang dipastikan pria itu meninggal tertimpa balok batu besar tepat di bagian kepala.

Hasil analisis menunjukkan ada tanda-tanda infeksi tulang di kakinya.

Dari petunjuk tersebut, arkeolog menduga ia adalah seorang warga Pompeii yang memiliki infeksi di kaki, tidak bisa berjalan cepat apalagi berlari, dan saat kejadian ia berusaha menyelamatkan diri.

Baca juga: Temuan Kuda Beku Ungkap Kehidupan di Pompeii 2.000 Tahun Silam

Malang, usaha itu berhenti saat sebuah batu berukuran besar yang datang entah dari mana menabrak dan jatuh tepat di kepalanya.

Arkeolog meyakini ia adalah pria berusia 30 tahun dan ditemukan di lantai pertama sebuah bangunan yang ada di kawasan Vicolo dei Balconi.

Bagi tim peneliti, kerangka ini berperan penting untuk mengungkap jejak masa lalu Pompeii.

Salah satunya, kini para arkeolog yang menggali kawasan Pompeii tahu bahwa buka lahar cair yang memusnahkan sebagian besar penduduk Pompeii.

Arkeolog berasumsi, sebagian besar penduduk Pompeii mati karena aliran piroklastik.

Aliran piroklastik merupakan hasil letusan gunung Vesuvius yang bergerak dengan cepat terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan.

Halaman:
Sumber BBC


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Oh Begitu
Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Oh Begitu
Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Kita
Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Oh Begitu
Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Prof Cilik
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Kita
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Fenomena
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.