Kompas.com - 15/07/2018, 17:00 WIB
Seekor badak hitam betina ini adalah salah satu yang akan dipindahkan ke lokasi baru dari Taman Nasional Nairobi pada 26 Juni 2018.

AFP/TONY KARUMBASeekor badak hitam betina ini adalah salah satu yang akan dipindahkan ke lokasi baru dari Taman Nasional Nairobi pada 26 Juni 2018.

KOMPAS.com - Delapan badak hitam baru-baru ini tewas setelah direlokasi. Para petugas satwa liar Kenya berencana memindahkan 14 badak hitam dari Nairobi ke Tsavo East National Park yang berjarak 402 kilometer.

Tapi, baru 11 badak hitam yang dipindahkan sudah 8 tewas.

Relokasi tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk melindungi spesies itu dari para pemburu. Harapannya, dengan relokasi ini populasi badak hitam kembali tumbuh.

Sayangnya, tidak sampai setengah dari jumlah badak yang direlokasi tersebut yang bisa bertahan hidup.

Hal ini menjadi pukulan berat bagi spesies yang terancam punah tersebut.

Investigasi awal menunjukkan bahwa kedelapan badak itu mengalami keracunan garam.

Menurut Menteri Pariwisata dan Satwa Liar negara tersebut, Najib Balala, ini terjadi karena mereka harus beradaptasi dengan air berkadar garam lebih tinggi dari pada habitat asli mereka.

Kasus ini membuat relokasi tiga badak hitam terakhir ditangguhkan.

Tujuan Relokasi

Sebenarnya, tujuan relokasi badak ini sangat penting bagi generasi mendatang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.