Kompas.com - 15/07/2018, 17:00 WIB

Badak mulai tumbuh di habitatnya di Nairobi. Namun, kepadatan penduduk yang lebih tinggi di wilayah tersebut membuat penyebaran penyakit lebih masif untuk para bdak hitam.

Itu juga membuat tingkat perkembangbiakan badak hitam terus menurun.

Baca juga: Badak Putih Utara, Mamalia Paling Terancam Punah Berpeluang Selamat

Jumlah satwa liar Afrika telah menurun drastis karena perburuan dan hilangnya habitat. Hal ini membuat para pelestari lingkungan dan pemerintah mengambil jalan translokasi.

Harapannya, memulihkan populasi di tempat-tempat terpencil di mana mereka mungkin lebih terlindungi dari ancaman yang mendorong mereka ke jurang di tempat lain.

Tidak Dibenarkan

Meski punya tujuan mulia, tapi sebuah penelitian tahun 2012 menemukan bahwa sebagian besar upaya translokasi "tidak dapat dibenarkan dari perspektif konservasi".

Apalagi jika hal tersebut tidak direncanakan dengan baik unruk menjamin kelangsungan hidup spesies ini.

Pada 2015, para peneliti juga mengkritik upaya relokasi hewan, terutama jika menempatkan mereka pada habitat yang salah.

"Translokasi sebagai alat regulasi mungkin tidak sesuai secara biologis mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pembangunan," ungkap Jennifer Germano, penulis utama studi tersebut dikutip dari Newsweek, Jumat (13/07/2018).

Hal ini juga berlaku pada relokasi badak hitam pada bulan Juni lalu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.