Badak Putih Utara, Mamalia Paling Terancam Punah Berpeluang Selamat

Kompas.com - 05/07/2018, 18:26 WIB
Inilah Sudan, badak putih utara jantan terakhir di dunia. Senin (19/3/2018), tim konservasi Kenya mengonfirmasi Sudan mati akibat komplikasi penyakit yang diderita. Daily Nation/NATION MEDIA GROUPInilah Sudan, badak putih utara jantan terakhir di dunia. Senin (19/3/2018), tim konservasi Kenya mengonfirmasi Sudan mati akibat komplikasi penyakit yang diderita.


KOMPAS.com - Para ilmuwan berhasil mengembangkan embrio hibrida badak putih utara di laboratorium untuk menyelamatkan spesies itu dari kepunahan.

Badak putih utara adalah mamalia paling terancam di dunia dan hanya menyisakan dua betina dari spesiesnya. Keduanya kini tinggal di Ol Pejeta Conservancy, Kenya.

Setelah kematian badak putih utara jantan pada Maret lalu, peneliti bergegas mencari cara demi menyelamatkan spesies ini.

Dalam laporan yang terbit di jurnal Nature Communications, Rabu (4/7/2018), para ilmuwan berhasil membuat embrio hibrida dari sperma badak putih utara yang telah dibekukan dan telur badak putih selatan, sub-spesies yang masih berhubungan erat dengan badak putih utara.

Baca juga: Kehamilan Victoria Selamatkan Badak Putih Utara dari Kepunahan

Embrio hibrida yang pertama kali dibuat itu dikembangkan oleh ilmuwan gabungan dari Jerman, Italia, dan Republik Ceko.

Mereka berencana untuk memanen sel telur dari dua badak betina yang masih hidup sesegera mungkin dan menggunakan sperma yang telah diawetkan untuk menghasilkan embrio badak putih utara murni.

Selanjutnya embrio ditanamkan pada ibu pengganti yang akan mengandung, yakni badak putih selatan.

Selain menggunakan embrio hibrida, para ahli juga telah merancang rencana B untuk meningkatkan pasokan telur dan melestarikan keragaman genetik badak putih utara.

Mereka berusaha menggunakan sel kulit beku dari hewan yang telah mati untuk diubah menjadi sel telur. Prosedur ini sebelumnya telah berhasil dilakukan pada tikus.

"Semoga dalam waktu tiga tahun kita sudah dapat memiliki anak badak putih (utara)," kata Thomas Hildebrandt dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research, Jerman yang memimpin upaya ini dilansir Yahoo News, Kamis (5/7/2018).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Yahoo News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X