Usai Cassini, NASA Siapkan Robot Baru untuk Jelajahi Lautan Titan

Kompas.com - 27/02/2018, 18:07 WIB
Satelit saturnus Titan mirip Bumi Satelit saturnus Titan mirip Bumi

KOMPAS.com -- Melanjutkan peninggalan Cassini, para ilmuwan NASA sedang mendesain sebuah robot yang bisa berbentuk kapal selam atau kura-kura untuk dikirim ke Titan, salah satu bulan di planet Saturnus.

Misinya adalah menyelam di Kraken Mare, laut terbesar di Titan yang memiliki luas sekitar 400.000 kilometer persegi.

Ian Richardson, salah satu insinyur dari Universitas Negeri Washington, berharap agar misi tersebut dapat menjawab pertanyaan tentang bagaimana interaksi lautan hidrokarbon terhadap atmosfer di Titan.

Richardson berkata bahwa meskipun para ilmuwan sudah mempelajari campuran etana dan metana dalam gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG), tetapi bagaimana hidrokarbon bereaksi dengan dengan atmosfer Titan yang dingin belum terjawab.

Baca Juga: Wajah Titan Satelit Saturnus Terungkap, Ternyata Mirip Bumi

Berdasarkan penemuan wahana Cassini dan Huygens pada 2005, suhu Kraken Mare mencapai minus 184 derajat Celsius karena sebagian besar airnya adalah campuran dari metana dan etana yang dingin.

"Tidak seperti di Bumi, nitrogen benar-benar larut dalam jumlah banyak di lautan itu, sekitar 12-20 persen dan dapat mempengaruhi sistem pemberat dan baling-baling," kata Richardson kepada Live Science, Jumat (23/2/2018).

Untuk lebih mengenal lautan Titan, Richardson membuat sebuah ruangan tertutup bertekanan yang dipompa dengan gas nitrogen. Ia lalu menuangkan cairan etana dan metana sebanyak 1 liter yang kemudian didinginkan sampai suhu minus 184 derajat Celsius.

Setelah itu, sebuah replika robot kapal selam yang berupa tabung silinder ditenggelamkan ke dalam cairan di ruangan tersebut.

Baca Juga: Simak Foto Saturnus dari Aksi Bunuh Diri Cassini

Simulasi yang dilakukan di laboratorium teknik kriogenik di Universitas Negeri Washington itu ingin mengetahui ketahanan robot kapal selam saat menyelam di Kraken Mare. Richardson menyetel suhu dan tekanan di ruangan untuk melihat bagaimana suhu panas pada tabung silinder bereaksi terhadap cairan di kedalaman yang berbeda-beda.

Ternyata, suhu panas akan membuat gelembung gas nitrogen di cairan sekitar kapal selam. Gelembung itu akan menghalangi pengamatan dari kamera yang dipasang di badan kapal, serta mengganggu daya apung dan sistem penggeraknya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X